Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Berantas Peredaran Cukai Ilegal, Pemkab Ngawi Sosialisasi Ketentuan Bidang Cukai Bagi Kelompok Informasi Masyarakat

by : On Desember 03, 2021

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

 

Pemkab Ngawi beserta instansi terkait memberikan sosialisasi tentang ketentuan di bidang cukai kepada Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), Kamis (2/12/2021)


NGAWI, PewartaPengawasan dan pemberantasan rokok ilegal terus dilakukan di Kabupaten Ngawi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab ) Ngawi melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) bekerjasama dengan Bea dan Cukai Madiun menggelar sosialisasi ketentuan bidang cukai bagi kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di RM Hj. Maimun Kabupaten Ngawi, Kamis (2/12/2021)

Sosialisasi tersebut dibuka Kepala Diskominfo Ngawi yang diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Ahmad Sufandi Nasrul Hadi  dengan menghadirkan narasumber bea dan cukai Madiun, Kejaksaan Negeri Ngawi dan Polres Ngawi

“ Harapan kami dengan menggandeng kelompok informasi masyarakat ini dapat menyebar luaskan informasi terkait barang kena cukai, tentang apa yang didapat dari narasumber, sehingga informasi tentang cukai ilegal ini sampai ke masyarakat “ ungkap Ahmad Sofandi Nasrul Hadi Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik usai sosialisasi

Suksesnya pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Ngawi, salah satunya juga didukung dengan pendapatan dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCBT). Sesuai regulasi, DBHCHT diperuntukkan bagi kesejahteraan masyarakat 50%, lalu 25% untuk kesehatan dan 25% untuk penegakan hokum” imbuhnya

Sementara itu, Ibnu Sigit Jatmiko Kepala Seksi Pelayanan Bea dan Cukai Madiun  mengatakan  sosialisasi yang diberikan kepada Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Ngawi, dilakukan untuk menambah bekal dan wawasan agar masyarakat dapat lebih mengenali jenis dan ciri-ciri rokok ilegal. Hal tersebut sebagai upaya bersama dalam melakukan pengawasan peredaran rokok di tengah masyarakat.

“Berkaitan dengan ketentuan cukai rokok, kami memberikan pemahaman dan mengingatkan kembali masyarakat dengan tidak membeli atau memperjualbelikan rokok ilegal”, kata Ibnu Sigit Jatmiko Kepala Seksi Pelayanan Bea dan Cukai Madiun  



Pengawasan pada rokok yang beredar di tengah masyarakat, dinilai perlu. Pasalnya, rokok merupakan salah satu barang yang berpotensi mengganggu kesehatan. Selain itu, manfaat dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) pengalokasiannya turut bisa dirasakan masyarakat. Yakni, Bidang Kesejahteraan, Bidang Penegakan Hukum dan Bidang Kesehatan Masyarakat.

Ibnu Sigit mengatakan, pelibatan masyarakat dalam melakukan pengawasan perlu dilakukan agar peredaran rokok ilegal dapat lebih ditekan.”Harapannya masyarakat dapat mengenali rokok ilegal agar kita semua bisa bersama-sama melakukan pengawasan dan menekan peredarannya”, imbuhnya.

Ibnu Sigit berharap peredaran rokok ilegal bisa ditekan dengan adanya sosialisasi ini. Sebab rokok ilegal tidak membayar cukai, yang artinya tidak memberikan sumbangsih kepada negara.Sementara rokok yang dikenai cukai, pemasukannya langsung disetor ke kas negara untuk pembangunan. Dimana sebesar 2% dikembalikan ke pemerintah daerah yang terdapat industri rokok.

Adapun ciri-ciri rokok ilegal, yakni : rokok yang menggunakan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai yang berbeda antara nama perusahaan dengan produk, pita cukai bekas yang biasanya ada sobekan, berkerut atau kusut, dan rokok polos tanpa pita cukai” pungkasnya

Sementara itu  Ipda Edy Nuryanto Kepala Unit IV Satreskrim Polres Ngawi memaparkan peran kepolisian dalam peran kepolisian dalam mengawal pelaksanaan cukai rokok. Ia mengatakan bila persoalan cukai rokok merupakan ranah kepabean dan  cukai.

“Persoalan pelanggaran cukai sebenarnya merupakan kewenangan dari pihak kepabean dan cukai. namun ada hal-hal yang disebutkan dalam peraturan perundangan, pihak kepolisian bisa melakukan penanganan” kata Edy.

Di sisi lain, Kepala Seksi Pidsus Kejaksaan Negeri Ngawi, Kurniawan Andy SH.MH berharap, sosialisasi yang dilakukan kepada KIM Kabupaten Ngawi, bisa disalurkan kepada warga sekitar.  Sehingga masyarakat dapat menghindari hal-hal yang berkaitan dengan hukum berkenaan dengan peredaran rokok ilegal.



“Lewat sosialisasi ini masyarakat diharapkan terhindar dan dapat lebih waspada dengan hal-hal yang berkenaan dengan rokok ilegal”, ungkap Kurniawan.

Untuk diketahui, Beberapa sanksi yang bisa menjerat para oknum pengedar atau penjual rokok ilegal atau tidak sesuai dengan ketentuan tertera pada pasal 54 Undang-undang RI Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai.

Mulai dari pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun. Dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar. “Ini bisa berakibat penjara, kalau ada orang yang menawarkan rokok ilegal mending ditolak,” pungkasnya.(ik/adv)

 

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »