Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Ini Cara Unik dan Langka Ritual Tolak Balak Warga Karangjati Lingkungan Mushola Darussalam

by : On Maret 25, 2021

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

 


Ngawi, Pewarta - Sejumlah masyarakat Desa Karangjati, lingkungan Mushola Darussalam, RT 10 RW 01 Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi  pada hari Kamis 25/03/2021 menggelar ritual keagamaan "tolak bala" untuk menangkal bahaya Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.  Budaya atau Tradisi ini sangat langka dan mungkin jarang dilakukan, karena dari bahan  yang dipakai semua dari alam dan tidak memakai daging ataupun telur dan barang yang terpendam baik bumbu atau bahan yang dimasak.

Keunikan acara tolak bala kali ini dari pembuatan bahan bakunya seperti beras untuk Nasi, itu di tumbuk tidak melalui proses instan seperti selep, lalu pengambilan airnya juga tidak boleh dari kran jadi pengambilan airnya dari mata air, itupun alat untuk mengambil air dari bahan tanah ( gentong tanah) dibantu tempurung kelapa untuk mengumpulkan kedalam Gentong tadi. Bahan untuk lauk atau sayur -mayurnya juga pengambilan tidak boleh dipotong memakai pisau, dan diambil dari tujuh bahan yang bergelantung.

Masyarakat lingkungan Mushola Darussalam RT10 Desa Karangjati, bahu membahu guyup rukun melakukan berbagai prosesi untuk acara Tolak Balak nanti. Ustad Samino selaku penggagas ide acara ini juga hadir dan membantu prosesi penumbukan padi dan pengumpulan bahan - bahan lainya. Beliau berharap acara berlangsung lancar dan segera terhindar dari segala wabah yang menimpa masyarakat Desa Karangjati.

" Kami bersama masyarakat lingkungan RT 10 lingkungan Mushola Darussalam ini, menggelar acara tolak balak semoga semua wabah penyakit segera sirna diangkat dan dihilangkan dari lingkungan sini. Tema acara kali ini beda dari yang lain, saya terinspirasi dari syech Abdul Qodhir Jaelani, beliau dulu pernah seperti ini dengan bersedekah makanan yang prosesnya hampir seperti yang kita lakukan kali ini," Terangnya.

Serangkaian acara dari pagi hingga sore hari berlangsung secara khidmat, sebagai pelengkap dilanjut  aktivitas berupa zikir, tahlil, salat sunat hajat tolak balak, hingga doa bersama lalu memakan bersama -sama jerih payah masakan dari bahan alami yang prosesnya sangat unik juga alami.

Sukirno selaku wakil dari pemerintah Desa Karangjati, mengatakan, bahwa acara ini sangat unik juga langka dan didukung oleh pemerintah Desa.

" Semoga dengan diadakannya acara Tolak Balak ini apa yang diharap lingkungan sini khususnya, dan Desa Karangjati hingga seluruh Indonesia, dikabulkan Allah SWT dan yang sakit juga cepat sembuh. Saya atas nama Kepala Desa Karangjati sangat mendukung dan mensupport berbagai rangkaian dan prosesi acara ini. Dan acara ini mengingat sejarah perjuangan para orang tua dulu. Sehingga dengan diadakan acara ini bisa mengingat dan memberi pelajaran kepada muda -mudi jaman sekarang, biar faham bagaimana susahnya memproses sesuatu hingga menjadi bahan makanan. Beliau juga berterima kasih kepada ustad Samino yang telah memberi ide hingga berjalan lancar serangkaian acara hingga usai dengan aman dan menerapkan protokol kesehatan yang baik,"  ungkapnya. (Irwan/yoga)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »