Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Masuk Nominasi Daerah Terbaik Kategori Ketepatan Alokasi Pendidikan, Walikota Paparkan Berbagai Inovasi Kota Pendekar

by : On September 24, 2020

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

 


Kota Madiun, Pewarta - Kinerja dan efektivitas pengelolaan APBD Pemerintah Kota Madiun dapat apresiasi dari perusahaan KATADATA.co.id. Hal itu ditandai dengan masuknya Kota Pendekar sebagai nominasi daerah terbaik kategori ketepatan alokasi pendidikan kelompok 1 dalam indeks kelola tahun 2020.

Penganugerahan tersebut terbagi ke dalam tiga tahapan seleksi. Tahap pertama yakni, penilaian administratif yang mencakup hasil audit atas pengelolaan APBD harus mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK. Kedua, penilaian kuantitatif yang mengacu pada ketepatan alokasi anggaran sesuai kebutuhan pembangunan dan mengacu pada besaran dampak penggunaan anggaran terhadap hasil pembangunan.

 Ketiga yakni penilaian kualitatif yang mencakup kebijakan atau inovasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan di daerah masing-masing. Tahap ketiga ini seperti yang terlihat pada Kamis (24/9). Dalam kesempatan tersebut, Walikota Maidi menyampaikan paparan beragam inovasi dalam bidang pendidikan, di hadapan para tim penilai yang dilakukan secara virtual.

"Semua perubahan yang ada saat ini pasti berasal dari ilmu pengetahuan. Maka dari itu kita buat visi misi madiun pintar dengan di dalamnya ada 13 program. Diantaranya beasiswa bagi tenaga kependidikan dan memberikan bantuan laptop atau notebook dan seragam gratis kepada siswa SD dan SMP di Kota Madiun," jelasnya.

Pendidikan, lanjut walikota, menjadi prioritas utama yang harus terus diupayakan kemajuannya. Disamping itu yang tak boleh ditinggalkan adalah bidang kesehatan. Kedua bidang tersebut harus berjalan seirama agar tercipta masyarakat yang sejahtera.

 "Prinsip pendidikan dan kesehatan yang kita dahulukan. Saya ingin indikator seperti apa yang dibutuhkan silahkan disampaikan, akan saya tindak lanjuti. Sebagai bahan pembelajaran," tutupnya. (ik/kom)

 

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »