Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Tolak Keberadaan Tower BTS, Puluhan Warga Kertosari Geruduk Kantor Kelurahan

by : On Juli 15, 2020

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Ponorogo, Pewarta - Puluhan warga RT 04 RW 03 Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Ponorogo memprotes keberadaan tower seluler Base Transcelver Station (BTS) yang berdiri di lahan milik Timbul Pranowo warga setempat, Rabu (15/7).

Aksi protes dilakukan lantaran warga menganggap pendirian tower yang berada di Jalan Ukel tersebut ada kejanggalan dalam proses perijinannya. Selain itu, warga juga khawatir terhadap bahaya radiasi yang ditimbulkan oleh tower BTS tersebut karena letaknya berada di kawasan padat penduduk. Dalam aksinya, warga melakukan long march dan orasi menuju kantor kelurahan dengan membawa puluhan poster berisi kalimat protes hingga hujatan terhadap pemilik lahan tempat berdirinya tower.

Ketua RT 04 RW 03, Dudin Siswanto sekaligus koordinator aksi mengatakan bahwa warga menolak keras keberadaan tower tersebut. Pihak pengembang dianggap meremehkan warga sekitar tower karena tidak ada sosialisasi sebelumnya. Kalaupun ada, itu hanya beberapa orang saja. Padahal banyak warga yang jaraknya hanya beberapa meter dari lokasi tower tidak pernah diberitahu apalagi diberi uang kompensasi.

“Dari awal kami sudah menolak. Pihak perusahaan sebelumnya tidak ada sosialisasi, cuma door to door saja. Meski proses perijinan sudah berjalan, kami minta tower ini dibatalkan atau dibongkar," kata Dudin Siswanto kepada awak media.

Hingga saat ini, kata Dudin, belum ada itikad baik dari pihak pengembang tower BTS untuk melakukan sosialisasi secara keseluruhan. Hal inilah yang membuat warga geram dan menggeruduk kantor kelurahan guna menuntut kepada pihak tower melalui Lurah Kertosari agar segera membongkar bangunan tower BTS tersebut.

Sementara itu, menurut pengakuan Sumini, warga yang rumahnya hanya berjarak sekitar 10 meter dari titik bangunan tower mengungkapkan kekesalannya karena dirinya merasa tidak diberitahu sama sekali terkait pembangunan tower BTS yang berada di depan rumahnya.

"Kami dan warga lainnya menolak berdirinya tower di lingkungan RT 4 Kertosari. Kepada pihak terkait, tolong evaluasi kembali izin terhadap tower ini. Efeknya sudah kami rasakan, ada warga yang mulai sesak nafas, televisi sebagian rusak dan kami khawatir jika nantinya akan terus menimbulkan gejolak berkepanjangan di lingkungan sini," tukasnya. (ns)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »