Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Muspida Boyolali Sidak Swalayan Dan Pasar Ampel

by : On Juli 16, 2020

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Boyolali. Sekda Boyolali Masruri bersama Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Aris Prasetyo S.I.P meninjau dua swalayan dan Pasar Ampel. Kegiatan monitoring tersebut dilakukan untuk mengecek kesiapan new normal di kedua pusat perdagangan tersebut, Rabu Siang (15/07)

Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan rombongan Sekda dan Dandim menyebut swalayan yang didatangi dinilai sudah menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah dalam memutus mata rantai covid 19.

“Sudah bagus, saya lihat para pengunjung swalayan sudah memakai masker, menjaga jarak, dan sudah ada pembatas di kasir bahkan petugas kasir juga menggunakan kaos tangan sesuai protokol kesehatan, yang kurang hanya thermo gun di depan,” kata Sekda.

Kendati demikian, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pun harus lebih ekstra lagi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar, mengingat dua swalayan itu berada tak jauh dari Pasar Boyolali kota dan Pasar Sunggingan. Edukasi tersebut diantaranya dengan memasang spanduk maupun pamflet tentang bahaya virus corona.

“Kondisi ini perlu dikelola terus dengan imbauan humanis dan pembagian masker oleh Forkopimda. termasuk pemberitahuan ‘area wajib masker dan physical distancing’, layak untuk dipasang di pangkalan ojek atau PKL, area pertokoan hingga jalur perlintasan orang,” imbuh Dandim.

Selanjutnya monitoring yang dilakukan dua tokoh Forkopimda itu langsung melanjutkan kegiatan tersebut ke Pasar Ampel. Sebagaimana di ketahui pada Rabu (15/07), sejumlah petugas melakukan penyemprotan disinfeksi secara serentak, menyusul penutupan sementara pasar, karena adanya pedagang di Pasar Ampel terkonfirmasi positif Covid-19.

“Setelah penyemprotan, di Pasar Ampel para petugas pasar dibantu TNI/Pori juga tetap bersiaga,” kata Dandim.
Sementara itu, Camat Ampel, Dwi Sundarto saat ditemui di lokasi pasar berharap dengan adanya temuan pasien positif di Pasar Ampel, dilanjutkan dengan proses disinfeksi, Pasar Ampel bisa beroperasi seperti semula. Sebanyak 1.335 pedagang bisa beraktivitas kembali.
“Diadakan penyemprotan disinfektan selama tiga hari berturut-turut. Harapan kami dengan adanya sterilisasi ini nanti menjadi aman bagi pedagang maupun pembeli yang ada di pasar ini,” ujar Dwi.

Dwi menambahkan dalam waktu dekat pihaknya akan melaksanakan rapid tes atau tes cepat Covid-19 kepada sejumlah pedagang Pasar Ampel untuk memastikan kondisi pedagang. “Rapid tes itu nanti diutamakan untuk para pedagang di pasar pagi,” pungkasnya.

(Agus Kemplu)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »