Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Presiden Minta Dua Minggu Kedepan Angka Covid-19 di Jatim Menurun

by : On Juni 25, 2020

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI


Surabaya,Pewarta - Presiden RI Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi meminta agar dalam dua minggu ke depan angka covid di Jawa Timur ada penurunan.

"Ini penting agar bisa masuk ke dalam tatanan normal baru dan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa," kata Presiden Jokowi di Gedung Negara  Grahadi Surabaya (25/6) berkaitan dengan kunjungan Presiden meninjau penanganan covid-19 di Jawa Timur.

Presiden Jokowi dalam pengarahannya di depan para petinggi Muspida Tingkat I Provinsi Jawa Timur menekankan ada beberapa poin yang harus diperhatikan dalam penanganan covid-19 di Jawa Timur.

Diantaranya  pertama memiliki perasaan yang sama, bahwa Indonesia sedang menghadapi krisis kesehatan dan ekonomi.

Sebaliknya, bukan merasa normal-normal saja, sehingga bisa mengabaikan terhadap penanganan dan protokol kesehatan.

Masyarakat juga demikian, lanjut Presiden jangan menganggap situasi ini normal, sehingga ke mana-mana tidak memakai masker. Maka, kepala daerah harus mengingatkan berkali-kali.

Presiden  mengingatkan kepada seluruh instansi pemerintahan untuk bekerja sama menangani Covid-19. Tidak berjalan sendiri-sendiri.Koordinasi antar manajemen harus betul-betul ditingkatkan.
Kedua, tes massif, pelacakan, isolasi hingga treatmen harus terus dilakukan, dengan jumlah yang lebih banyak.

Ketiga, apabila Covid-19 terkendali dan masuk ke new normal, maka harus ada prakondisi terlebih dahulu. Jangan langsung dibuka. Cari waktu yang tepat. Kabupaten mana dulu, kota mana dulu dan sektor mana dulu yang harus dibuka. Bukan langsung semua.

Keempat, mengajak tokoh masyarakat untuk mensosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat. Misalnya keharusan mengenakan masker dan mencuci tangan, ini terus diulang-ulang..
Kelima, meminta kepada Gubernur dan bupati atau walikota agar dalam membuat kebijakan terkait Covid-19, merujuk data science dan pakar epidemiologi. Jangan membuat kebijakan tanpa mendengarkan saran dari para pakar , bisa berbahaya.

Keenam, meminta kepala daerah menyiapkan alternatif strategi penanganan agar betul-betul siaga dalam menghadapi situasi tak terduga.

"Siapkan plane A, B dan C-nya. Hari-hati, dunia sudah mendekati 10 juta kasus positif. Kita tidak ingin ikut terseret pada angka-angka yang besar,” ujar Presiden mengakhiri pengarahannya yang hampir berlangsung sekitar satu jam. Setelah dari Surabaya Presiden Jokowi terbang ke Kabupaten Banyuwangi melihat obyek wisata. ####ags###

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »