Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Sebarkan Hoax Pasien Corona Meninggal, Petani di Ponorogo Ditangkap Polisi

by : On April 09, 2020

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Kapolres Ponorogo menunjukkan barang bukti milik pelaku penyebar hoax.

Ponorogo, Pewarta - Upaya tindakan tegas Polres Ponorogo terhadap masyarakat yang menyebarkan berita bohong atau hoax yang berkaitan dengan virus corona akhirnya membuahkan hasil.

Jajaran Satreskrim Polres Ponorogo berhasil menangkap pelaku terduga penyebar hoax tentang pasien covid-19 meninggal dunia, yang sempat viral dan meresahkan masyarakat Ponorogo beberapa hari terakhir.

Pelaku adalah Agus Hariyadi (44), seorang petani asal Dukuh Dampak, Desa Semanding, Kecamatan Kauman, Ponorogo ini ditangkap polisi saat berada di rumahnya.

“Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku kasus penyebaran berita hoax tentang pasien covid-19 di Ponorogo meninggal sudah diamankan," terang Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto, Kamis (9/4).

Menurutnya, diduga pelaku mendapat kiriman atau share foto screenshoot percakapan WhatsApp tentang pasien warga Ponorogo meninggal dunia karena virus corona di grup WhatsApp BPD Desa Semanding yang dikirimkan oleh Tarekat. Selanjutnya, pelaku langsung meneruskan dan mengupload foto tersebut ke grup media sosial facebook ICWP Tanpa Sensor. Selang satu jam kemudian, Tarekat kembali mengklarifikasi di grup BPD Semanding jika berita tersebut tidak benar. Mengetahui hal itu, pelaku berusaha menghapus postingannya di grup facebook, namun upayanya gagal karena pelaku sudah diblokir.

"Kejadian ini agar bisa menjadi pembelajaran kita semua. Karena data dari Dinas Kesehatan Ponorogo, saat ini untuk ketiga pasien positif corona kondisinya berangsur membaik. Dan saya berharap kepada seluruh masyarakat Ponorogo agar tidak ikut - ikutan menyebar berita hoax yang justru akan meresahkan masyarakat," harapnya.

Sementara itu, pelaku mengaku menyesal atas perbuatannya tersebut dan langsung melakukan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Ponorogo terutama kepada keluarga pasien covid-19 yang saat ini sedang dirawat.

"Saya minta maaf kepada keluarga pasien covid-19 dan seluruh masyarakat Ponorogo, yang mana saya sudah mengupload berita yang tidak benar karena ketidaktahuan saya sehingga menimbulkan keresahan. Dan saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut," pungkasnya.

Akibat perbuatan tersebut, pelaku akan dijerat UU ITE dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak 1 milyar. (ns)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »