Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Petani Gilirejo Baru Resah, Hektaran Tanaman Jagung Diteror Hama Tikus

by : On April 15, 2020

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI


Sragen , Pewarta -Ratusan hektare tanaman jagung petani di  Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen Jawa Tengah diserang hama tikus

Petani jagung di Desa Gilirejo Baru, mulai resah dengan insiden teror hama tikus belakangan ini. hampir setiap malam  membuat ratusan hektare tanaman jagung mengalami kerusakan parah hingga banyak yang tumbang, dan jagung yang siap panen habis dimakan tikus.


Salah satu petani jagung desa setempat, Rakimin (38) warga Dukuh Rejosari mengatakan teror hama jagung ini berlangsung 15 hari terakhir.Sebelumnya, hama jagung menyerang tanaman padi yang telah memasuki masa panen.

"Sekarang menyerang jagung, waktunya habis magrib. Kita mau basmi sendiri takut, nanti tikusnya malah merusak lebih parah lagi" ujarnya kepada wartawan, Jumat (15/4/2020).


Dia menjelaskan, hama tikus dengan ukuran yang cukup besar itu langsung merusak tanaman jagung mulai dari batangnya bagian bawah dan juga menghabiskan jagung yang siap panen.


Sehingga jagung yang telah diserang tikus sawah itu langsung tumbang dan dipastikan mati karena batangnya patah.

Banyaknya tanaman jagung yang rusak dan roboh itu terpaksa harus diambil dan ditebang untuk dijadikan sebagai pakan ternak.

"Lahan saya 8 petak sekitar 3 hektare rusak semua, ya jelas merugi," bebernya.

Lebih lanjut Rakimin menjelaskan "oalah mas niku rabuk, benih jagung leh utang iki 3 minggu lagi wes siap panen kog malah dienteke tikus,  tak rewangi esok awan sore ngopeni jagung malah dientekke tikus, aku sempet sakit 3 hari mas kaget nonton jagungku entek dipangan tikus, tuturnya sambil menangis.


Sementara itu, kepala desa setempat  Hartono menjelaskan jagung miliknya tanaman 60 kamplek/ 60 kilo juga ludes dihama tikus,  selaku kepala Desa Gilirejo baru, menyatakan bahwa dari hasil pendataan terdapat sekitar 100 hektar tanaman jagung yang sudah rusak.

Jumlah tersebut merupakan data awal yang sudah dilaporkan kepada pihak pemerintah  desa.

"Serangan hama ini sudah terjadi sekitar 15 hari terakhir, saya lihat memang ini parah sekali," terangnya.

Disisi lain Ali Ramang selaku ketua rt 04 dukuh sumberjo menjelaskan. Tikus adalah hama kedua terpenting pada tanaman padi dan jagung di Indonesia.

Hama ini harus diperhatikan khusus. Karena kehilangan hasil produksi akibat serangan hama tikus sangat tinggi.

Usaha untuk mengendalikan tikus ini sudah banyak dilakukan oleh para petani, mulai dari fisik, cara hayati, sanitasi, kultur teknik, mekanik dan kimia. Tetapi diakui, bahwa dengan cara pengendalian itu belum optimal, sehingga harapan untuk menekan populasi tikus sangatlah sulit, pungkasnya.(warsito)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »