Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Kemiskinan Bakal Naik, Pemerintah Perlu Bentuk Tim Kendali Ekonomi Dari Pusat Sampai Desa

by : On April 08, 2020

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Ketua Kadin Jawa Timur, Basa Alim Tualeka
Pewarta, Surabaya - Kemiskinan di Indonesia sebelum masuknya virus covid-19 sekitar 10 persen dari jumlah penduduk di Indonesia diperkirakan bakal naik sekitar 5-10 persen karena dampak adanya virus covid-19 yang sekaramg belum reda.

"Banyak pekerja yang dirumahkan di berbagai perusahaan yang ada di Indonesia, banyak UMKM yang berhenti memproduksi , banyak masyarakat yang pekerja harian pendapatannya sudah jatuh penyebabnya covid-19, untuk itu Pemerintah perlu membentuk tim ekonomi untuk mengatasi berbagai permasalahan yang timbul sekarang dan pasca covid-19 bila nantinya sudah reda', ujar Ketua Kadin Jawa Timur, Basa Alim Tualeka kepada awak media (8/4/2020).

Dijelaskan Basa panggilan akrab pria yang dikenal suka menulis berbagai judul buku ini menyarankan kepada Pemerintah tim ekonomi yang di bentuk harus benar-benar  profesional dan solid.

"Kementerian yang terkait perekonomian wajib masuk dalam tim,  lembaga ekonomi non Pemerintah, Tokoh Ekonomi yang paham kondisi di lapangan dan bisa ditambah dari Kementerian Pertahanan karena menyangkut stabiltas keamanan Negara,"ujarnya seraya menambah Tim Kendali Ekonomi bisa dibentuk dari pusat hingga desa.

Menurut Basa dengan terbentuknya tim ekonomi, Pemerintah sangat terbantu dengan bentuk konkrit di lapangan, semua bisa disenergikan. 

"Anggaran APBN, APBD I, APBD II dan berbagai bantuan dari para pengusaha serta donatur luar negeri bisa di hitung secara akurat untuk apa saja. Sebab kalau Pemerintah memberikan bantuan hanya 10 persen kepada orang yang tidak mampu, lalu bagaimana yang di luar 10 persen dan terbukti ikut terdampak, jawabnya ada di tim ekonomi. Ini baru masalah pemerataan bantuan, belum kebijakan lain yang betkenaan dengan perindustrian dan perdagangan dan masih banyak lagi, sehingga perlu pemetaan masalah dan solusi selanjutnya muncul kebijakan serta aturan-aturan,"ujarnya.

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »