Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Dugaan Pungli SMKN 1 Miri Resmi Dilaporkan Polisi

by : On Maret 05, 2020

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI


Sragen - Terkait dugaan pungutan liar (Pungli)  yang dilakukakn oknum Kepala Sekolah dan Komite Sekolah SMKN 1 Miri,  Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen yang marak diberitakan beberapa media online beberapa waktu lalu dilaporkan salah satu wali murid Warsito   ke Polda Jawa Tengah.

Kedatanagn Warsito ke Polda Jateng didampingi Sugiyanto dari LSM Lidikkrimsus RI dan LPKSM Putro Lawu Rois Hidayat dan beberapa awak media, surat tersebut diterima di ruang Setum Polda Jateng, Kamis (5/3/2020).

Laporan tersebut tertuju kepada Kapolda  Jateng Irjen Pol Dr. H. Rycko Amelza Daniel, M. Si di jalan Pahlawan Nomer 1 Kota Semarang, isi laporan tersebut perihal dugaan pungli uang gedung dan seragam SMKN 1 Miri sejak 2018/2019, yang disinyalir merugikan masyaraka kurang lebih  2,4 milyar.


Pada isi surat juga disebutkan biaya yang ditentukan sekolah di papan nama proyektor, dengan berbagai pilihan bagi siswa yang mampu yakni Rp. 3,5 juta, 3 juta dan 2,5 juta.

Sedangkan bagi siswa yang tidak mampu Rp 2 juta, 1,5 juta dan 1 juta. Sarno selaku Kasek juga memberi arahan agar membayar di tengah-tengah yakni Rp 1,5 juta.

Jika dikalkulasi praktik dugaan pungli ini, menurut Warsito sejak tahun 2017 hingga 2019 sekitar Rp 2.161.500.000,- dari total keseluruhan 1441 siswa yang terdiri laki-laki ada 916 dan perempuan 425 siswi


Warsito menyampaikan  visinya kedepan, yakni dia ingin sekolah khususnya di Kabupaten Sragen tingkat SMK/SMA tidak ada lagi pungli.

“ Kedepan tidak ada lagi pungli di Kabupaten Sragen khususnya SMA/SMK”  kata Warsito
Ia pun  berharap SMKN 1 Miri segera ditindak sesuai hukum yang berlaku. Dia katakan hukum tetap berjalan agar ada efek jera bagi para oknum kepala sekolah

“ Kamik berharap ini segera diproses secara hukum agar ada efek jera bagi oknum kepala kepala sekolah yang melalukan praktek pungli” pungkasnya



SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »