Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Cak Benu Ditangkap Polisi, Berperan Sebagai Otak Pelaku Penipuan Investasi Bodong

by : On Maret 03, 2020

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Galih Kusuma alias Cak Benu yang merupakan otak penipuan investasi bodong akhirnya berhasil ditangkap jajaran Polres Ponorogo.
Ponorogo, Pewarta - Tim Resmob Satreskrim Polres Ponorogo akhirnya berhasil membekuk Galih Kusuma alias Ibrahim alias Cak Benu (40), warga Desa Singgahan, Kecamatan Kebonsari, Madiun, otak pelaku dugaan penipuan dan penggelapan dengan modus bisnis investasi sapi perah yang dilakukan oleh CV Tri Manunggal Jaya (TMJ).

Pelaku sempat melarikan diri ke wilayah Jambi sebelum akhirnya berhasil ditangkap petugas di apartemen Kalibata City Jakarta Selatan.

Sebelumnya, polisi telah mengamankan dua tersangka lainnya yakni Hadi Suwito (33), warga Jalan Menur, Kelurahan Kertosari, Ponorogo selaku direktur CV TMJ dan Ari Setiawan (33), warga Desa Binade, Kecamatan Ngrayun, Ponorogo.

Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto mengatakan bahwa pihaknya tidak butuh waktu lama untuk menangkap tersangka dugaan penipuan dan penggelapan investasi bodong yang dilakukan oleh CV TMJ yang berkedok peternakan sapi perah tersebut.

"Dari hasil pengembangan kasus investasi bodong CV TMJ dan berkat laporan masyarakat, anggota kami akhirnya berhasil menangkap Galih Kusuma di kawasan Jakarta Selatan," kata AKBP Arief Fitrianto, Selasa (3/3).

Menurutnya, peran Galih Kusuma adalah merekrut Hadi Suwito sebagai direktur CV TMJ dan Ari Setiawan sebagai bendaharanya. Kemudian mengarahkan keduanya untuk menjalankan perusahaan tersebut dan mencari pemilik modal untuk mau berinvestasi.

"Selain mengamankan tiga pelaku, kami juga mengamankan aset berupa tanah, perumahan, mobil VW, perhiasan emas dan batangan, serta kantor CV TMJ di kawasan Jalan Anggrek, Bangunsari," jelasnya.

Sementara itu, Galih Kusuma mengaku bahwa bisnis investasi bodong yang dijalankan bersama dua temannya tersebut berawal di tahun 2013. Dirinya belajar bisnis sapi perah di daerah Madiun, Trenggalek dan Blitar. Kemudian mendapatkan ilmu tentang beternak sapi perah, mengetahui harga susu, perhitungan untung penjualan susu, hingga cara menjual susu sapi perah ke pabrik.

Namun, karena saat itu dirinya terkendala modal, kemudian ide tersebut direalisasikan tersangka Galih  pada akhir 2016 saat bertemu dengan Hadi dan Ari.

"Awalnya saya belajar bisnis sapi perah, karena terkendala modal, akhirnya saya mengajak kedua teman saya tersebut untuk menjalankan bisnis investasi bodong ini," ujar Galih Kusuma.

Ketiganya akhirnya mendapatkan mitra pertama kalinya dengan uang sepuluh juta yang digunakan untuk membuka rekening bank dan mengurus ijin lainnya.

"Setelah mendapat uang dari mitra pertama, kemudian kami gunakan untuk keperluan awal yakni mengurus ijin perusahaan dan lainnya hingga mendapatkan puluhan ribu mitra sebelum akhirnya bisnis ini bermasalah seperti ini," tukasnya.

Saat ini, ketiga pelaku penipuan dan penggelapan tersebut dijebloskan ke ruang tahanan Mapolres Ponorogo guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tersangka dijerat pasal 378 atau 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman pidana 20 tahun penjara.

Diketahui, ribuan warga dari berbagai daerah di Indonesia rugi ratusan milyar karena tertipu investasi bodong berkedok bisnis ternak sapi perah yang dilakukan oleh CV TMJ Ponorogo. (ns)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »