Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








TABRANI, WASIT LIGA I ASAL JATIM ASLI PUTRA MADURA

by : On Februari 16, 2020

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

PERAWAKANNYA biasa, tidak kekar, tinggi badannya rata rata ukuran orang Indonesia 165 cm, tapi ketegasannya dilapangan menjadi wasit  utama  cukup disegani official dan pemain sepakbola di tanah  air, dasar inilah membuat PSSI menunjuk atau menjadi wasit Liga I Indonesia, bahkan satu satunya di Surabaya, sedang di Jatim ada empat, satu diantaranya Tabrani.

Putra kelahiran Madura yang sudah memimpin sekitar 150 pertandingan mulai turun jadi wasit sejak tahun 2004. "Saya mengawali jadi wasit sebelum profesional terlebih dulu wasit amatir, salahsatunya menjadi wasit dan hakim garis di kompetisi Persebaya,''ujarnya ketika ditemui di lapangan sepakbola Colombo Surabaya Utara, Senin (17/2).

Selama enam tahun menjadi wasit amatir, baru tahun 2010, setelah melalui beberapa tes dipercaya oleh PSSI menjadi wasit ISL. "Tahun 2009 saya pernah dipanggil FIFA untuk memimpin pertandingan, tapi saya tidak berangkat, karena level saya belum masuk jajaran wasit memimpin ISL,"ujarnya.

Tabrani yang sudah dikarunai dua anak ini sudah berlisensi C-1, yang sebelumnya harus punya C-2, C-3 mengakui mengalami kepemimpinan PSSI Pusat Nurdin Halid, kemudian Haruna Sumitro dan Dhimam Arbor untuk PSSI Jatim.

Pengalaman selama memimpin pertandingan yang tidak bisa terlupakan, pria yang rajin menjaga kondisi fisiknya dengan jogging dan lari sprint di lapangan Colombo, menuturkan, ketika dirinya memimpin pertandingan untuk kesebelasan yang menghindar zona degradasi.

"Waktu itu saya memimpin Persiram Raja Ampat melawan PSM Makassar, kedua tim menghindar supaya tidak kena degradasi, hasilnya dimenangkan Makassar 2-1, namun ketika wasit menuju ruang ganti pakaian, tiba tiba banyak supporter  Papua mengeroyok karena tidak puas dengan hasil pertandingan," ujarnya mengenang.

Kejadian lain lagi yang membuat kesan mendalam, adalah setelah PON 2016 di Jawa Barat, ada pertandingan ISC bigmatch antara Persib Bandung melawan Persiba Balikpapan, banyak wasit yang menolak untuk memimpin pertandingan bergengsi itu, akhirnya PSSI menunjuk saya memimpin pertandingan itu, akhirnya dimenangkan Persib 2-1, tidak ada kerusuhan,"ungkapnya. ( agung)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »