Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Kunjungi Kedai Bakso Sugeng, Kapolres Madiun Imbau Masyarakat Bijak Dalam Bermedsos

by : On Februari 03, 2020

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI


Pewarta, Madiun - Pasca isu beredarnya video pentol bakso yang diduga dari daging tikus.Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono SIK, SH, MH  bersama PJU Polres Madiun, Muspika, Kades SeKecamatan Pilangkenceng dan Media Massa, melakukan kunjungan ke kedai Malaya, Senin, (3/2/2020.)

Kunjungan Kapolres Madiun ke Kedai Malaya, untuk meyakinkan  dan mengembalikan kepercayaan pelanggan dan masyarakat tentang Bakso Tikus (Madiun)  di kedai mie ayam dan bakso Malaya milik Sugeng Riadi, Warga Desa Kedungmaron, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun,


Menurut AKBP Ruruh Wicaksono SIK, SH, MH pelanggan warung Malaya tidak perlu khawatir dengan bakso yang dijual Sugeng, sebab sesuai hasil lab bakso tersebut negatif daging tikus dan bebas bahan pengawet 

"Baksonya enak banget dan saya berniat jika ada kegiatan di polres akan memesan di bakso saudara Sugeng, jadi masyarakat tidak usah cemas dan khawatir lagi untuk memakannya," Ujarnya.

Dijelaskan banyak pelajaran yang bisa didapat dari peristiwa tersebut, selain itu, kita harus bijak dalam ber Media Sosial, masyarakat juga dituntut lebih pandai dalam membedakan berita yang Benar atau Hoax.


Sementara itu, Pemilik Kedai Mie ayam dan Bakso Malaya, Sugeng Riadi mengatakan jumlah pelanggan atau konsumen, pasca dinyatakan negatif mulai meningkat sedikit demi sedikit.

"Ya mulai ada yang beli kembali mas, tapi ya sedikit - sedikit gak bisa langsung ramai kayak dulu, tapi saya yakin semua pasti akan kembali membeli bakso saya, semua harus ditata lagi mulai dari bawah. Tidak harus langsung rame."Ungkapnya.

Sugeng menambahkan bahwa untuk meningkatkan jumlah pelanggan atau konsumen seperti semula perlu kerja keras dan kesabaran, sebab kedainya berada di desa yang banyak masyarakatnya tidak menggunakan media sosial sehingga perlu sering memberikan informasi atau meyakinkan dari satu orang ke orang lain tentang berita hoax bakso menggunakan daging tikus ternyata itu tidak benar. (Ryo)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »