Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Gara-gara Sendal, Pengunjung Kecewa Sikap Petugas Kbeun Refugia

by : On Februari 16, 2020

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Pewarta, Magetan  – Hanya urusan sandal, seorang pengunjung menerima perlakuan tidak sopan dari salah satu petugas Kebun Refugia yang berlokasi di Jalan Raya Magetan – Sarangan atau tepatnya di seberang Pasar Sayur Kecamatan Plaosan, Sabtu (15/02/2020).



Menurut pengakuan salah satu pengunjung yang enggan disebutkan namanya, kejadian tersebut diawali saat hujan deras mengguyur lokasi Kebun Refugia. Karena tidak memungkinkan berwudhu di kran dekat Musholla yang tanpa atap, akhirnya pengunjung tersebut memilih untuk wudhu di dalam kamar mandi. Namun salah satu petugas membentaknya dengan alasan sandal yang dikenakannya tidak dilepas.



“Saat itu sedang hujan deras dan kran di luar tidak ada atapnya, makanya saya memilih wudhu di kamar mandi. Namun saat saya masuk kamar mandi tiba-tiba salah satu petugas Kebun Refugia membentak saya dengan mengatakan woe mas sandale dicopot diwoco kui tulisane (woe mas sandalnya dilepas baca itu tulisannya-red),” ungkapnya.



Pengunjung tersebut memiliki alasan tidak melepas sandalnya karena kuatir terkena najis apalagi saat itu lantai kamar mandi terdapat genangan air dan bercak tanah.



“Saya tidak melepas sandal karena ada genangan air dan bercak tanah di lantai kamar mandi. Karena tidak ingin terkena najis apalagi saya mau sholat Dhuhur makanya saya tidak melepas sandal,” imbuhnya.



Tidak hanya sampai di situ, sesuai pengakuannya lagi, petugas tersebut terlihat melempar sandalnya untuk dipindah ke teras paling luar kamar mandi. “Petugas itu melempar sandal saya ke teras kamar mandi paling luar hingga terdengar suara praak gitu,” pungkasnya lagi.



Pengunjung tersebut menyesalkan peristiwa yang dialaminya, menurutnya hal itu tidak perlu terjadi. Karena meskipun pengunjung melakukan kesalahan, seharusnya petugas cukup menegur dan mengingatkan dengan nada rendah serta sopan. (NYR)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »