Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Blusukan Gibran Panen Keluhan Mulai dari Tanggul Longsor Hingga Minimnya MCK Jadi Catatan !

by : On Februari 20, 2020

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI


Pewarta, Solo - Gibran Rakabuming Raka (32) melakukan blusukan ke RW 17 dan RW 18, Bibis, Ngemplak, Surakarta, Rabu (19/2/2020) siang. Dalam safari blusukannya kali ini, Gibran mengawali kunjungan ke Pasar Mebel Ngemplak, di sana dirinya menyapa dan menyalami setiap orang yang ia temui.

Kendati hujan deras, Gibran tetap menyusuri jalanan di Pasar Mebel tersebut, ketika adzan Ashar bergema, Gibran langsung menuju masjid guna melakukan ibadah wajib.

Usai salat, Gibran melanjutkan blusukannya sejauh 2 km menuju situs Mbah Meyek, tempat digelar sarasehan dengan warga.  Dalam sesi tersebut, Sumiyati, seorang warga mengeluh soal biaya kuliah lantaran kini anaknya sudah masuk kelas 3 SMK dan bersiap masuk jenjang perguruan tinggi.

Menanggapi hal itu, Gibran pun menjelaskan soal adanya program nasional yang membantu biaya perkuliahan.  "Soal keringanan biaya kuliah, kalau program nasional, itu ada KIP kuliah, ini baru diluncurkan, nanti pasti ada saatnya soal sosialisasinya kapan. Nanti akan ada informasi soal alur pendaftarannya bagaimana Bu," jelas Gibran.

Lebih lanjut, warga juga mengeluh soal tidak adanya kader posyandu lansia di perkampungan tersebut. Mendengar hal itu, Gibran kembali bertanya kepada Ketua RT, Dwi Prayitno, soal kebenaran hal ini.

"Posyandu lansia memang kadernya belum ada, dulu pernah calon anggota dewan janji dalam hal pembiayaan, tapi setelah jadi (anggota dewan) ya nggak jadi nepatin," keluhnya.

Ayah La Lembah Manah itu pun menanyakan kembali apakah bisa diusahakan posyandu lansia tetap berjalan apabila pihaknya akan membantu peralatan kesehatan.

"Nanti kalau dibantu alat-alatnya, bisa dikondisikan nggih pak ada posyandu lansia? Tolong dicarikan kadernya bisa? Saya tak bantu support alat-alat kesehatannya nggih?" Tutur Gibran.

Dengan kompak, Ketua RT dan warga pun menjawab, "Bisaaaaa... !!!" Dengan bersemangat.

Dosi selaku ketua koordinator Sekoci, menyampaikan di perkampungan tersebut terdapat tiga orang lansia  yang membutuhkan perhatian lantaran ketiganya sudah tidak bisa berjalan."Mbah Kasiyem dan Mbah Kasijem tidak bisa jalan,  tapi kepengen ketemu Mas Gibran, minta tolong nanti mampir ya mas. kalau Mbah Wandi minta susu Anlene," tutur Dosi disambut tanggapan baik dari Gibran.

Keluhan lain meliputi tanggul yang longsor dan berdampak 2-3 rumah di RT 05, hingga permasalahan kekurangan MCK umum di RT 01 lantaran 70 % warga tidak memiliki MCK pribadi juga menjadi catatan utama Gibran.

Sekelompok Ibu-ibu perwakilan pedagang mebel mengeluhkan soal sepinya transaksi jual beli di Pasar Mebel Ngemplak.

Mendengar hal tersebut, Gibran melakukan pembicaraan intens dengan para pedagang terkait kondisi dan bantuan pemulihan pasar dari pemerintah pascakebakaran beberapa tahun lalu.

Diakhir acara, warga mengajak Gibran untuk menikmati hidangan 'bancakan', yang mana suami Selvi Ananda itu juga dipersilakan untuk memotong tumpeng. Gibran dan ratusan warga  menikmati  hidangan tersebut di sepincuk daun pisang. (Lilmar/st)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »