Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Alokasi Berkurang, Dinas Pertanian Ponorogo Akan Cukupi Kebutuhan Pupuk Petani di MT-1

by : On Februari 04, 2020

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Rakor penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2020 PT Petrokimia Gresik wilayah kerja Ponorogo terkait adanya pengurangan alokasi.
Ponorogo, Pewarta - Menjelang musim tanam pertama (MT-1) petani Ponorogo kembali dihadapkan dengan masalah pupuk bersubsidi. Hal tersebut dikarenakan tahun 2020 ini ada pengurangan alokasi untuk pupuk bersubsidi hingga lima puluh persen.

Wajar jika para petani resah, karena pupuk memiliki peranan yang sangat penting dan strategis dalam peningkatan produksi dan produktivitas pertanian.

Kendati demikian, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo Andi Susetyo menghimbau kepada petani agar tidak terlalu khawatir. Karena apa yang menjadi kebutuhan petani selama MT-1 ini sementara akan dicukupi.

Hal ini disampaikan Andi Susetyo saat menghadiri Rapat Koordinasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Tahun 2020 yang digelar oleh PT Petrokimia Gresik dengan distributor dan kios resmi wilayah kerja Kabupaten Ponorogo, Selasa (4/2).

"Dengan adanya pengurangan alokasi ini sangat penting bagi kami untuk berkoordinasi dengan semua pihak termasuk PT Petrokimia Gresik selaku produsen pupuk. Termasuk efektifitas pendistribusian agar nanti tidak menimbulkan masalah," kata Andi Susetyo.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo Andi Susetyo.

Pihaknya menerima 45,42% dari alokasi yang sudah ditetapkan pada 2019 lalu. Total alokasi dari 5 jenis pupuk bersubsidi pada 2019 yang terdiri dari Urea, ZA, SP 36, Phonska, dan Organik adalah 111.425 ton. Sedangkan tahun 2020 ini dari 5 jenis pupuk tersebut hanya mendapat jatah 50.988 ton saja.

"Alokasi ini yang menetapkan pemerintah pusat. Sambil menunggu usulan alokasi tambahan, untuk sementara akan kami cukupi kebutuhan petani selama kebutuhan itu realistis dari stok yang ada," imbuhnya.

Lebih lanjut, Andi Susetyo menegaskan bahwa pihaknya juga terus berupaya untuk mensosialisasikan kepada petani agar tidak berlebihan dalam menggunakan pupuk bersubsidi.

"Sesuaikan dengan dosis anjuran dalam penggunaan pupuk bersubsidi. Karena kami lihat banyak petani yang menggunakan pupuk tersebut melebihi dosis anjuran yang sudah ditetapkan," tegasnya.

Sementara itu, Muh. Fajar Ismail, selaku SPDP pupuk Petrokimia Gresik wilayah Madiun, Ponorogo, dan Pacitan membenarkan adanya pengurangan alokasi pupuk bersubsidi tersebut . Namun pihaknya mengakui hanya sebatas produsen karena semua kebijakan tersebut pemerintah pusat yang menentukan.

"Kami hanya sebatas produsen, dan Rakor ini untuk meningkatkan koordinasi pengawasan pupuk mulai dari persiapan musim tanam, sehingga berdampak baik terhadap penyaluran pupuk bersubsidi sampai ke petani dan meminimalisir penyimpangan terhadap penyalurannya," pungkasnya. (ns)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »