Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Tertipu Perumahan Murah, Puluhan Warga Ponorogo Lapor Polisi

by : On Januari 29, 2020

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Puluhan warga korban penipuan perumahan murah melaporkan pihak pengembang ke Polres Ponorogo.
Ponorogo, Pewarta - Puluhan warga mendatangi Mapolres Ponorogo guna melaporkan pihak PT Cahaya Indah Mulia (CIM) selaku pengembang perumahan Dream Land yang diduga telah melakukan penipuan.

Dugaan penipuan itu dilakukan pimpinan PT CIM, dengan modus perumahan murah yang berada di Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, Ponorogo.

Agung Subiyantoro, warga Desa Gandukepuh, Kecamatan Sukorejo, yang merupakan salah satu korban penipuan menjelaskan, awalnya ada seseorang yang menawarkan perumahan dengan harga murah, kemudian dirinya tertarik dan langsung menghubungi pihak pengembang pada Desember 2017 yang lalu.
Salah satu korban penipuan menunjukkan bukti pembayaran.

"Awalnya tertarik dengan rumah yang harganya murah itu, setelah melakukan transaksi, saya bayar lunas, namun sampai sekarang rumahnya belum dibangun," jelas Agung, Selasa (28/1).

Menurutnya, pada perjanjian awal, pengembang menjanjikan ke pembeli jika ada kesepakatan langsung akan dilakukan pembangunan. Selain itu, pengembang juga akan memberikan sertifikat langsung  atas nama pembeli, jika pihak pembeli sudah melunasinya.

"Dua tahun saya dan teman-teman menunggu itikad baik dari pihak pengembang, namun semua janji itu tidak ditepati, meski ada beberapa pembeli sudah melunasinya, bangunan rumah itu pun belum dikerjakan sama sekali sampai saat ini, akhirnya kita laporkan ke polisi," pungkasnya.

Diketahui, sebanyak 17 orang korban penipuan berkedok perumahan murah tersebut rata-rata sudah membayar lunas. Total kerugian diperkirakan mencapai 4,5 M. (ns)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »