Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Pentas Wayang Kulit Dalang Remaja di Eks Distrik Maospati , Sambut Malam Pergantian Tahun

by : On Januari 01, 2020

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI


Pewarta, Magetan – Menjelang pergantian tahun baru 2020, Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggelar berbagai kegiatan salah satunya pementasan wayang kulit semalam suntuk di Eks Distrik Maospati, Selasa (31/12).

Wayang kulit yang dipentaskan oleh empat dalang muda asal Magetan ini mambawakan lakon Wahyu Cakraningrat.

Sebelum dimulai, penyerahan gunungan wayang kepada keempat dalang muda dilakukan oleh Bupati Magetan, Dr.Drs.H.Suprawoto, S.H., M.Si., dengan didampingi Wakil Bupati Magetan, Hj. Nanik Sumantri, Kapolres Magetan, AKBP Muhammad Riffai, Komandan Kodim 0804/Magetan, Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy, Ketua DPRD Magaten, Sujatno serta Kepala Disparbud Magetan, Venly Tomi Nicolas.

Tidak hanya itu, ratusan warga dari segala usia pun turut hadir untuk menyaksikan acara ini.

Bupati Magetan Dr.Drs.H.Suprawoto, S.H., M.Si., mengatakan Pentas wayang kulit ini merupakan upaya untuk melestarikan seni dan budaya tradisional yang mulai tergerus. Untuk itu pagelaran seni dan budaya tradisional ini juga digelar di beberapa tempat yakni di Parang, Barat, Panekan, Magetan dan  Sarangan dengan tujuan agar perayaan pergantian tahun tidak berada di satu titik sehingga bagi masyarakat yang merayakan tahun baru ada tempat

“Acara ini merupakan wahana aktualisasi  para remaja untuk mementaskan wayang kulit dan diharapkan seni pewayangan semakin diminati masyarakat sehingga mencetak kader-kader penerus wayang kulit” ungkap Bupati(ik)



SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »