Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Arogansi Kasatpol PP, KBRS Perjuangan Bakal Gelar Aksi

by : On Januari 01, 2020

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Surabaya - Arogansi Kasat Pol-PP Ganti Plat Mobdis, KBRS Perjuangan Segara Gelar Aksi Demo di Balai Kota.

Menindaklanjuti surat press release yang telah dikeluarkan Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Surabaya, Abd Munif selaku aktivis pergerakan KBRS Perjuangan Kota Surabaya dan sekaligus wartawan senior turut angkat bicara.

Cak Munif mengatakan, bahwa penemuan puluhan wartawan terkait pergantian Plat Nomor Mobil Dinas merupakan suatu bentuk pelanggaran yang harus mendapatkan perhatian serius dari Walikota Surabaya, terutama Presiden RI Joko Widodo.

"Masyarakat saat ini sudah mulai cerdas, diharapkan Pemerintah Kota Surabaya jangan memainkan counter opini yang seolah-olah tidak terjadi pelanggaran di dalamnya," cetus aktivis yang getol menyuarakan aspirasi Rakyat, Rabu (01/01/2020).

Lebih lanjut dikatakan Cak Munif, dari tindakan merubah ataupun mengganti Plat Nomor Mobil Dinas saja, itu sudah memenuhi unsur perubahan peruntukan maupun fungsinya.

"Apalagi ketika diwawancarai puluhan wartawan di Kantor Satpol PP, Irvan Widyanto selaku Kasat Pol PP Kota Surabaya terkesan arogan, angkuh dan sombong," tandasnya.

Sebagai pejabat publik, sambung Cak Munif, tidak seharusnya berprilaku sedemikian rupa, seperti orang yang kebal hukum.

"Kami bersama-sama para aktivis KBRS Perjuangan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Bahkan kedepan, kami akan melakukan aksi demonstrasi damai di depan Balai Kota Surabaya," tegas Cak Munif.

"Kami juga berharap kepada Bapak Presiden RI Joko Widodo agar jangan tinggal diam mendapati seorang aparatur negara yang tidak negarawan. Salam dari Arek-arek Suroboyo Merdeka," pesannya.(alap alap)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »