Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Terindikasi Ada Kecurangan, Ujian Perangkat Desa di Ponorogo Dibatalkan

by : On Desember 11, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Peserta ujian perangkat desa menolak proses ujian karena dianggap ada kecurangan.
Ponorogo, Pewarta - Pelaksanaan ujian perangkat desa di Desa Karangan, Kecamatan Badegan, Ponorogo menuai aksi protes dari warga dan peserta tes hingga berujung pembatalan. Hal ini dipicu karena adanya dugaan kecurangan dalam proses ujian ini.

Ada 13 peserta yang mengikuti ujian kali ini untuk memperebutkan tiga posisi jabatan di Desa Karangan, yakni Kamituwo, Kaur Perencanaan dan Kasi Kesejahteraan.

Namun, sebagian peserta sepakat menolak proses ujian perangkat desa ini dikarenakan mereka mencium adanya kecurangan dan indikasi jual beli soal ujian. Dengan adanya ini, proses ujian perangkat akhirnya dibatalkan dan ditunda pelaksanaannya pada tahun 2020 mendatang.

Dwi Ambarukmo (37), salah satu peserta ujian mengaku kecewa. Dirinya dan peserta lain sudah mengetahui adanya kecurangan dari pihak panitia desa untuk meloloskan dua kandidat pilihannya.

"Kami sudah mencium gelagat yang tidak baik dari proses ujian perangkat desa di Karangan, inilah yang membuat kami kecewa, makanya kami menolak dan ini harus dibatalkan," terang Dwi Ambarukmo.
Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ponorogo melakukan sidak ke lokasi pelaksanaan ujian perangkat desa di Karangan Badegan

Tak hanya peserta, masyarakat pun sebagian besar sudah mendengar bahwa panitia akan meloloskan dua kandidat untuk mengisi posisi perangkat di Desa Karangan. Hal inilah yang memicu protes terhadap panitia hingga akhirnya pelaksanaan ujian perangkat ini dibatalkan.

"Kami ini sebenarnya ingin memberikan yang terbaik untuk desa kami dengan mengikuti ujian perangkat desa ini, namun ternyata dari panitia sendiri sudah membuat kecurangan seperti ini," ungkapnya.

Sementara itu, adanya keributan terkait pelaksanaan ujian perangkat desa ini akhirnya terdengar oleh Komisi A DPRD Kabupaten Ponorogo. Dua anggota Komisi A, Sumarno dan Edy Iswahyudi langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pelaksanaan ujian perangkat tersebut.

"Kami selaku Komisi A DPRD Kabupaten Ponorogo menindaklanjuti apa yang menjadi laporan dari masyarakat terkait adanya indikasi kecurangan dalam proses ujian perangkat desa Karangan ini," ujar Sumarno.

Politisi Nasdem ini berharap agar permasalahan ini segera diselesaikan dengan baik, jangan sampai merugikan salah satu pihak hingga memicu adanya keributan lagi.

"Di sini, kapasitas kami hanya sebagai pengontrol saja, kedepan saya harapkan proses pengisian perangkat ini harus sesuai prosedur yang berlaku agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat," tandasnya. (ns)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »