Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Pagelaran Wayang Kulit Tutup Rangkaian Hari Jadi Kabupaten Madiun Ke-451

by : On Desember 09, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI


Pewarta, Madiun - Pemerintah Kabupaten Madiun memalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) menggelar kesenian tradisional wayang kulit  sebagai penutup perayaan Hari Jadi Kabupaten Madiunyang Ke- 451. Pagelaran  wayang kulit dengan lakon Kresno Winisudo yang dibawakan dalang ternama asal Rembang Jawa Tengah, Kamis (25/7/2019)

Tampak ribuan masyarakat kabupaten Madiun memadati pendopo Ronggo Djoemeno untuk melihat pagelaran wayang kulit. Hadir juga diantaranya Bupati dan wakil Bupati Madiun, Sekda, Forpimda, tokoh masyarakat dan agama se kabupaten Madiun. Walikota Madiun Maidi juga turut hadir. Serta 38 abdi dalem penunggu makam raja-raja mataram Kota Gede, Yogyakarta.


Bupati Madiun H Ahmad Dawami atau yang akrab disapa Kaji Mbing ini mengatakan dengan adanya pagelaran Kampung Pesilat nanggap wayang. Diharapkan masyarakat kabupaten Madiun makin guyup. Terlebih 14 perguruan pencak silat di Kabupaten Madiun sudah bersepakat mendeklarasikan menjaga kedamaian dan tidak akan ada lagi pertikaian.

"Sebanyak 14 perguruan pencak silat sudah sepakat damai dan berjanji bersama membangun Kabupaten Madiun. Nanti setelah pondasi kampung pesilat kuat maka nanti akan bicara prestasi," kata Bupati

Memasuki usia ke-451 lanjut Kaji Mbing, kabupaten Madiun mulai diperhitungkan dilevel nasional. Untuk itu, Caruban sebagai ibu kota Kabupaten Madiun harus menampakan wajahnya sebagai kota.


"Sepasma jadi bukti adanya keramaian kota. Sejak dibuka tanggal 18 Juli 2019, acara sepasma tidak pernah sepi. Dan kedepan batas kota akan diperlebar hingga Balerejo ," pungkasnya

Lakon Kresno Winisudo, menceritakan perjalanan hidup Kresno, seorang pemimpin yang memiliki karakter berkarisma. Sejak kecil Noroyono (Kresno) digembleng di desa terpencil hingga akhirnya saat beranjak dewasa berpisah dengan saudaranya untuk belajar ilmu kanuragan dari para resi dan begawan. Saat kembali di padepokan Widorokandang, Noroyono mendapatkan cobaan lantaran bertikai dengan Kongsodewo yang menginginkan tahta Manduro.

Meski dibantu pamannya, Suratimontro, Kongsodewo tidak bisa mengalahkan Noroyono. Kongsodewo akhirnya mati dengan senjata cakra.

Pasca bertikai dengan Kongsodewo, Noroyono hijrah ke negeri Dworowati. Di negeri inilah Noroyono menjadi pemimpin yang amanah dan memimpin rakyatnya tanpa kekerasan.(sat/)


SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »