Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




MEMANAH REMBULAN...

by : On Desember 11, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI


Oleh : Ust. AHMAD ZAHNI (Ketua Ta’mir/imam Masjid Jami’ Riyadlul Jannah. Ketua MUI Maospati, Penasehat PPWI. Penasehat AMM. Pembina PWM. Pembina IJM)

Hakikat hidup adalah sebuah perjalanan waktu dengan misi mewujudkan tujuan yang didalamnya terdapat kompleksitas permasalahan, gerak tubuh, olah fikir serta berbagai macam situasi muamalah (hubungan antar sesama manusia) juga hubungan dengan alam semesta. Dalam rangka mewujudkan tujuan hidup (cita-cita) kadang manusia melupakan kaidah bahkan sering  menafikan hak orang lain. Dampak negatif dari setiap kiprah dan olah rasa telah membuat kerugian pada orang lain, mengusik kepentingan sesama, mengganggu hajat hidup mahluk lain, serta merusak tatanan yang sudah berlangsung turun temurun. Menuntut terpenuhinya hak pribadi dengan melupakan kewajiban sosial menjadi sebuah hal yang akrab mengiringi rangkaian peristiwa di zaman ini. Swami Vivekananda seorang Pujangga Hindustan pernah menyusun syair yang diadaptasi grup Kantata Takwa dalam lagu Kesaksian, karya Alm WS Rendra :

Orang memanah rembulan, Burung sirna sarangnya, Sirna.. Hidup redup, Alam semesta, Luka.. Kenyataan harus dikabarkan, Aku bernyanyi menjadi saksi..
Harapan terkecil dari artikel ini hanyalah agar mampu membangkitkan kesadaran tentang pentingnya menjaga hubungan yang harmonis antar sesama manusia dan dengan alam sekitar, bahwa manusia tidak bisa lepas dari manusia lain, juga dengan lingkungan tempat melangsungkan hidup kehidupan dan penghidupan. Secara membabi buta kita berupaya mewujudkan cita-cita, akan tetapi lupa bahwa ada mahluk lain di sekeliling kita, bahwa ada yang memiliki keperluan hidup selain kita, bahwa efek tingkah polah kita bisa berakibat buruk pada alam raya. Pernahkah kita menyadari egoisme, prestis, gengsi dan harga diri yang kita agung agungkan telah memporak porandakan tatanan serta hanya menyisakan isak tangis dan kedzoliman?. Untuk apa sekuat tenaga memanah rembulan jika hanya akan merusak sarang burung? Pembangunan yang hanya moncer di sisi luarnya, demi mengejar target dan pangalembono namun ringkih serta mubadzir. Bangunlah jiwanya, bangunlah raganya, hiduplah Indonesia Raya..      

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »