Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Langgar Perda, Puluhan Bangli Ditertikan Satpol PP

by : On Desember 23, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Surabaya,PEWARTA- Satuan Polisi Pomong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya kembali menertibkan puluhan bangunan liar (bangli) di Jalan Dukuh Bulak Banteng Sekolahan GG makam, Kel. Bulak Banteng Kecamatan  Kenjeran Kota Surabaya. Jawa timur, Senin 23 Desember 2019, Sekitar pukul 08.00 WIB. 

 Penertiban di lakukan terhadap 19 bangunan liar (Bangli) yang ada di jalan Dukuh Bulak Banteng sekolahan GG makam itu merupakan bangunan semi non permanen.

Dari 19 bangunan liar (bangli) tersebut sebanyak 1  adalah bangunan permanen sementara sisanya tidak permanen. Semuanya digunakan sebagai tempat usaha dan penampungan bahan rongsokan. 

Menurut Satpol PP Kota Surabaya, Iskandar menuturkan, semua bangunan yang berdiri di lahan fasos fasum milik Pemkot Surabaya, sehingga terpaksa di tertibkan, menurutnya penghuni bangunan tersebut tidak memiliki KTP Surabaya. 

 Karenanya bangunan tersebut di anggap melanggar Peraturan Daerah (Perda No. 1 Tahun 1997) tentang Ijin Pemakaian Tanah. Atas pemberian ijin pemakaian tanah aset milik pemkot Kota Surabaya. 

"Sebelumnya sudah kita berikan surat peringatan 3 kali, sehingga kali ini kami tertibkan," kata Iskandar kepada media PEWARTA.com, Senin (23/12/2019) hari ini.

Lanjut Iskandar, sebanyak 19 bangunan permanen dan non semi permanen ini sudah kami sosialisasikan sebelumnya kepada penghuninya hingga saat ini kami lakukan pembongkaran degan menggunakan alat berat,

 "Namun dari 16 bangunan sudah di bongkar secara mandiri dan rata dengan tanah, oleh pemiliknya. Sehingga ada 2 bangunan non permanen yang masih berdiri. Itupun kami bongkar." Ujarnya.

Dari 19 bangunan itu, kata dia, pihaknya sudah sempat membongkar paksa satu bangunan non permanen dengan alat berat.

 "Satu bangunan non permanen tersebut sempat kami bongkar secara paksa dengan alat berat yang kami turunkan," tukasnya.@Ags

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »