Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Arca Garuda Abad 12 Tak Terawat di Persawahan Desa Manjung Panekan

by : On Desember 11, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI


Pewarta, Magetan - Sebuah arca yang kurang terurus, dan tergeletak ditengah sawah tepatnya di Desa Manjung, Kecamatan Panekan rupanya adalah barang peninggalan bersejarah.

Arca yang sudah ditumbuhi lumut, yang biasa disebut oleh warga setempat dengan sebutan patung Gareng tersebut ternyata adalah sebuah arca garuda yang diduga dibuat pada Abad ke 12.

"Ini adalah arca Garuda, kalau dilihat inskripsi tahun pembuatanya disitu tertulis  tahun 1099 Saka atau 1170an Masehi, berarti dizaman Kerajaan Kediri,tapi ini masih perkiraan dan perlu indentifikasi lebih lanjut dari ahli," kata Huda Prayogo Ketua Koordinator  Dinasty Sengkuni (Sekungkuyung Nguri-nguri Budaya Jawi), Komunitas Relawan Pelestari Budaya, Minggu (8/12).

Huda mengatakan, sebagai Relawan Pelestari Budaya Dinasty Sengkuni, saat ini hanya bertugas mendata dan juga menjadi pendamping masyarakat desa atau daerah untuk melestarikan barang yang diduga sebagai salah satu cagar budaya tersebut.

"Tugas kita hanya mendata, kemudian kita laporkan ke Dinas Pariwisata, lalu Dinas meneruskan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. Disamping itu, kita hanya sebagai pendamping masyarakat saja untuk melestarikan barang-barang peninggalan bersejarah itu," ujarnya.

Disisi lain, Handoko salah satu penduduk setempat mengungkapkan, arca tersebut memang sudah sangat lama berada di areal persawahan itu, bahkan dulunya pernah juga dipakai untuk acara adat.

"Kalau warga disini itu menyebutnya patung Gareng, karena wajahnya mirip tokoh wayang Gareng. Dulu kalau pas mau musim tanam atau panen pasti diadakan ritual adat disini, tapi sekarang sudah gak ada,"imbuhnya.

Handoko berharap, dengan adanya patung peninggalan bersejarah di desanya itu, kedepan bisa lebih dilestarikan dan diperhatikan oleh Pemerintah Desa ataupun Pemerintah Daerah sehingga disamping mejaga peninggalan luhur nenek moyang, juga bisa sebagai destinasi wisata desa.

"Harapan kami arca peninggalan ini bisa lebih dirawat lagi, bahkan dengan banyaknya kegiatan-kegiatan desa wisata dikabupaten Magetan, arca ini bisa menjadi potensi wisata, minimal untuk wisatawan lokal," jelanya.

Sebagai informasi, sebelumnya, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur juga sudah mendatangi lokasi Arca Garuda yang berada di tengah sawah penduduk di Desa Manjung, Kecamatan Panekan ini. Dengan adanya arca garuda yang termasuk langka tersebut, pihak BPCB akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Magetan untuk melestarikanya.(ton/red))

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »