Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Tingkatkan Nilai Konservasi, Dirjen KSDAE Lepasliarkan Elang Jawa dan Merak Hijau di Kawasan Sigogor Ponorogo

by : On November 20, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Ponorogo, Pewarta - Seekor individu Elang Jawa (Nisaetus Bartelsi) dan lima ekor Merak Hijau (Pavo Muticus) dilepasliarkan oleh Dirjen Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem ( KSDAE ) dari Kementerian Lingkungan Hidup di kawasan cagar alam Sigogor, Desa Pupus, Kecamatan Ngebel, Ponorogo, Rabu (20/11/2019).

KSDAE sengaja melepasliarkan kedua jenis hewan yang dilindungi tersebut dalam rangkaian hari cinta satwa yang diperingati pada November ini. Sedangkan hutan lindung Sigogor sengaja dipilih karena hutan milik Perhutani dan BKSDA ini masih alami, sehingga diharapkan hewan - hewan tersebut aman dari perburuan dan cepat berkembang biak.

Dalam kesempatan itu, Gunawan yang merupakan ketua Yayasan Konservasi Elang Indonesia (YKEI) mengatakan bahwa kegiatan rehabilitasi terhadap Elang Jawa serahan warga tersebut sudah dilakukan beberapa waktu yang lalu sebelum akhirnya dilepasliarkan.

"Elang Jawa ini hasil serahan warga di Sidoarjo, kemudian kita lepasliarkan di kawasan Sigogor ini dengan metode hak release," kata Gunawan.

Diharapkan dengan adanya tambahan Elang Jawa di kawasan cagar alam Sigogor ini bisa mengisi ruang yang kosong dan menjadi penghuni serta berkembang biak di sini.

"Untuk polulasi, dari hasil pantauan kami sejak 2016 hingga 2019 ini diperkirakan ada sekitar 7 sampai 11 ekor Elang Jawa, untuk jenis - jenis yang lain, ada elang hitam, ular bido, elang tiram, elang alap-alap jambul, sikep madu asia,  alap-alap kawah, alap-alap sapi, alap-alap cina dan jepang," tambahnya.

Menurutnya, kegiatan pelepasliaran Elang Jawa ini menjadi bagian pernyataan politik bagi khalayak umum tentang keseriusan pihak BBKSDA dalam menangani satwa sitaan dan penyerahan dari masyarakat.

“Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan nilai konservasi, serta mengembalikan fungsi ekologi,” ujar Gunawan usai acara pelepasliaran.

Sementara itu, Indra Exsploitasia, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, menjelaskan bahwa pihaknya berharap agar semua elemen masyarakat yang ada di Ngebel ikut menjaga dan melestarikan keberadaan satwa langka tersebut.

"Dengan adanya pelepasliaran dua jenis satwa ini kami telah bekerjasama dengan pihak Perhutani, Kepolisian, TNI. Tentunya, kami juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta memgawasi burung langka ini agar tidak ditangkap pemburu liar maupun predator hutan," pungkasnya. (ns)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »