Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Rezeki Anak Gagak

by : On November 03, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI


0leh :Ust. Ahmad Zahni (Ketua ta’mir /imam Masjid Jami’ RiyadlulJannah & Ketua MUI Maospati)


Sejak ratusan tahun lalu hingga kini, dikalangan ulama Suriah ada doa yang sangat popular dan diajarkan dari generasi kegenerasi, “Allohummar zuqna kama rizqon lilbughots” (Yaa Alloh berilah rezki pada kami sebagaimana rezki untuk anak gagak). Doa ini terdengar sangat remeh bahkan terkesan tanpa bobot, namun inilah bentuk kepasrahan yang sangat spesifik atas sebuah permohonan seorang hamba pada Sang Khaliq yang Maha Pengatur sekaligus Pemberi rezeki. Bughots adalah sebutan untuk anak gagak yang baru menetas sampai menjelang dewasa, sedangkan gagak yang sudah besar disebut Ghurob.Saat anak gagak menetas keluar dari cangkang telur, bulunya berwarna putih. Karena itulah anak gagak yang belum mampu membuka mata ini ditinggalkan oleh induknya yang berbulu hitam. Sang induk dan pejantan hanya mengamati dari kejauhan tanpa sedikitpun mendekat ke anaknya, ini terjadi pada semua burung gagak di seluruh belahan bumi. Secara nalar, anak gagak yang belum bias apa-apa tersebut pasti akan mati kelaparan, tetapi Alloh  Yang Maha Rozaq member karunia alamiah berupa semacam cairan lembut keluar dari sela-sela bulu halus bughots yang menjadi daya tarik ulat-ulat kecil serta serangga mendekat untuk disantap. Hal ini berlangsung hingga bughots buluny aberubah warna hitam menandakan sudah menjelang dewasa, dan saat itulah ghurob mulai mendekat untuk mengajari bughots terbang serta mencari makan yang secara alamiah cairan halus di sela-sela bulunya sudah tidak keluar lagi. Ada ibroh /pengajaran dari peristiwa yang menimpa setiap anak gagak ini. Jika terhadap anak gagak yang lemah saja Alloh menjamin rezekinya apalagi kepada manusia yang dikaruniai akal dan kelengkapan dhohiriah, wayarzuqhu min haitsulaayahtasib (Alloh memberikan rezeki dari segala arah tanpa diduga-duga).Tugas kita adalah berihtiar dengan senantiasa bertawakkal dalam kepasrahan doa. Lihatlah, bughots yang ditinggalkan induknya dengan segala keterbatasan tapi mampu bertahan hidup sesuai naluri alamiahnya karena anugrah ilahiah. Maka tidaklah berlebihan jika para ulama Suriah selalu memanjatkan doa meminta rezeki kehadirat robbul ‘izzati seperti rezekinya bughots sianak gagak. Alloh Maha Mengerti kebutuhan setiap mahluk-Nya, hanya kadang-kadang (atau terlalu sering) kita manusia tidak mengerti (bahkan tidak mau mengerti) akan kewajiban-kewajiban sebagai mahluk-Nya. Yang terjadi adalah kita terlalu sering menuntut hak-hak tapi lupa pada yang haq, naudzubillah tsummanaudzubillah.

*(Penulis adalah Penasehat PPWI, Pembina PWM,  dikenal sebagai Ustadz Wow)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »