Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




KH. Lukman Al Hakim Haris Dimyati, Kitab Kuning Masih Relevan di Era 4.0

by : On November 10, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI


Pacitan,Pewartamadiun.net - Ratusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pesantren se-Indonesia. Ikuti pembukaan Bahtsul Masail dan seminar nasional yang diselenggarakan Perguruan Tinggi Ma’had Aly Al-Tarmasi Perguruan Islam Pondok Tremas Kabupaten Pacitan Provinsi Jatim. di halaman Pondok. Minggu malam (10/11).
                
Dengan menghadirkan tiga narasumber nasional, yakni Ketua Tim Lajnah Mushaf UII KH Ahmad Bahauddin Nursalim, Wakil Ketua MPR RI Abdul Muhaimin Iskandar dan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini.

Tak kurang dari 138 BEM Pesantren Se-Indonesia itu berkumpul dipondok tremas tak lain mengikuti kegiatan hingga hari selasa (12/11/19). Diantaranya Senin Ziarah Masyayikh, Seminar Nasional (aula), Bahtsul Masail (Jalsah I dan II). Selasa (13/11/19) Sowan Pamit Ke Pengasuh PP Tremas, serta Closing Ceremony Penutupan acara.

Dalam sambutannya Pengasuh Pondok Tremas Sekaligus Katib Syuriah PB NU serta Koordinator Nasional Gerakan Ayo Mondok, KH Luqman Al Hakim Haris Dimyati selain mengucapkan selamat juga berharap kegiatan seminar dan Halakoh tersebut dapat berjalan maksimal sesuai harapan.


Selain itu, KH Luqman juga berpesan agar para santri tetap menjaga aqidah, ibadah dan akhlak sebagai landasan dalam beramal di era saat ini.”Semoga seminar ini menghasilkan hasil yang maksimal,”tuturnya.

Selain itu beliau mengapresiasi dan mensyukuri Undang-Undang (UU) Pesantren telah disahkan. Salah satu poinnya adalah kitab kuning yang tetap relevan di era 4.0.

“Alhamdulillah sudah masuk di UU pesantren. Kitab kuning ini kitab klasik yang sampai hari ini menjadi kitab kuning ini masih relevan untuk menghadapi era 4.0, hal itu dibuktikan negara memberikan payung hukum terhadap kitab kuning di Undang-Undang Pesantren,”katanya.

Sebagaimana yang telah ditetapkan, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah resmi mengesahkan Rancangan Undang-undang tentang Pesantren menjadi Undang-undang (UU). Keputusan itu diambil melalui Rapat Paripurna ke-10 tahun sidang 2019-2020 yang digelar di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Selasa (24/9/) lalu.


Ditempat yang sama Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo mengatakan saat membuka acara serta membacakan sambutan Bupati Pacitan. mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini, karena kita ketahui peran Pondok Pesantren sangat besar, selain lembaga pendidikan Islam, juga sebagai salah satu lembaga dalam perubahan masyarakat, “katanya

Salah satu peran Pondok Pesantren, kata Sumbogo, adalah meningkatkan kehidupan yang layak bagi masyarakat. “Dan meningkatkan sosial ekonomi, mengupayakan kesempatan kehidupan yang layak,”jelas Yudi Sumbogo.

Turut hadir dalam pembukaan tersebut Sekretaris Daerah Pacitan Heru Wiwoho, Pengasuh Pondok Tremas Luqman Haris Dimyati, Kepala Polres Pacitan AKBP Sugandi, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama KH Mahmud, Kepala Kantor Kemenag Pacitan M Nurul Huda, Peserta dan Undangan yang lain.(Rjh)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »