Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Terungkap Tabrak Lari di Saradan, Polisi Tetapkan Sopir Truk Sebagai Tersangka

by : On Oktober 17, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI


Kasat Lantas Polres Madiun AKP Jimmy Manurung menunjukkan truk yang dikemudikan tersangka

PEWARTA, MADIUN – Sat Lantas Polres Madiun berhasil mengungkap misteri kasus kecelakaan lalu lintas di jalan raya arteri Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan atau tepatnya di depan rumah makan Surya, Sabtu (12/10/2019) lalu, sekitar pukul 22.50 WIB.

Setelah mengantongi barang bukti, polisi menetapkan Suseno, warga Kecamatan Ampelgading, Malang sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan dua orang pengendara sepeda motor bernama Ricco Maytricio (15) dan Mohamad Bagus Satria (17) warga Desa Kedungbocok Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur tewas terbakar. 

Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono menerangkan, peristiwa kecelakaan maut tersebut berawal ketika truk yang dikemudikan tersangka bersama seorang kernet melaju dari arah Nganjuk menuju Madiun.

Truk tersebut berangkat dari Malang, mengangkut buah pepaya dengan tujuan Jakarta. Sementara, dari arah Madiun melaju kendaraan yang dikendari dua orang korban.

Pengakuan tersangka, sesampainya di TKP (depan RM. Surya, Saradan), sepeda motor yang dikendarai korban memutar arah secara mendadak. Kecelakaan pun tidak terhindarkan.

Akibatnya, sepeda motor korban terseret dan jatuh di bahu jalan. Sopir mengaku sempat melihat percikan api di aspal. Sopir mengaku berhenti beberapa saat, turun dan melihat kondisi korban lalu pergi tidak memberikan pertolongan.
 
Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono (kanan)  menunjukkan barang bukti



"Sepeda motor tersebut habis perjalanan jauh dari Semarang, di ransel korban juga ditemukan ada semacam kaleng pelumas. Sementara kita duga karena mesin panas ada ceceran minyak, itu yang memicu kebakaran," kata Kapolres saat press release di Mapolres Madiun, Kamis (17/10/2019).

Terungkapnya kasus ini berawal pada saat kejadian, di TKP ditemukan beberapa pecahan bagian kendaraan. Seperti pecahan lampu, body warna kuning yang terlepas, serta lambang truk colt diesel merek Mitshubishi.

Polisi memperkirakan, truk tersebut melaju ke arah barat (Madiun) dan menuju jalan tol. Akhirnya, petugas menghubungi pihak jalan tol dan benar, rekaman CCTV exit tol Caruban merekam sebuah truk dengan ciri-ciri berwarna kuning, lampu kanan mati, ada kerusakan di bagian depan, dan lambang merek pecah, terekam di exit tol Caruban sekitar pukul 23.30 WIB.

"Kami bergerak cepat, dengan mengecek CCTV jalan tol, dan ditemukan pada pukul 23.30 ada kendaraan warna kuning keluar tol Caruban yang kalau dilihat dari tenggang waktu dan ciri-cirinya cocok dengan kendaraan yang diduga terlibat laka lantas," urainya.

Berbekal rekaman CCTV, polisi melakukan pengembangan dan berhasil mengidentifikasi bahwa truk tersebut bernopol N 9749 DK. Setelah dicek, truk tersebut milik Suseno, warga Malang yang pada waktu kejadian menjadi pengemudi truk itu.

Setelah berkoordinasi dengan Polres Malang, aparat Polres Madiun menghubungi Suseno dengan menunjukkan berbagai barang bukti tersebut di atas. Suseno tak bisa berkilah dan bersedia menyerahkan diri kepada petugas setelah selesai kirim di Jakarta.

"Setelah mengetahui identitas dan kontak person tersangka, kami hubungi dan tersangka bersedia menyerahkan diri ke Polres Madiun, Rabu (16/10/2019) kemarin," ujarnya.

AKBP Ruruh mengatakan, jika petugas tidak bisa memperoleh data-data seperti rekaman CCTV maupun kontak person tersangka, sangat dimungkinkan yang bersangkutan tidak akan menyerahkan diri. Terbukti, ada upaya untuk menghilangkan jejak. Saat di Jakarta, tersangka memperbaiki kerusakan kendaraan supaya terlihat tidak terjadi apa-apa.

"Tersangka dijerat UU nomor 22 Tahun 2009 Pasal 310 ancaman hukuman 6 tahun, sedangkan kernet statusnya sebagai saksi," terangnya. (ant/red)


SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »