Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Terungkap, Ini Identitas Pelaku Pembuang Bayi di Takeran

by : On Oktober 22, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI


Pewarta, Magetan - Jajaran Polres Magetan bongkar kesadisan orang tua  yang tega membuang bayi dalam kardus yang di temukan di depan sekolahan SMPN 1 Takeran atau masuk Desa Jomblang, Kecamatan Takeran beberapa waktu lalu kini tertangkap. 

Adalah DCY (21) seorang laki-laki  warga Desa Wayut RT09/RW03, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun dan DA (21) warga Desa Giripurno RT11/RW04 Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan. Keduanya berhasil ditangkap oleh anggota Satreskrim Polres Magetan di salah satu rumah kos di Kota Madiun pada Minggu (20/10/2019)

Kapolres Magetan, AKBP Muhammad Riffai, mengatakan sejak ditemukan bayi dalam kardus yang keadaanya sudah tidak bernyawa tim jajaran anggota Polres Magetan melakukan investigasi dan pengembangan kasus tersebut.  pada 12/10/2019 " paparnya

Dari penyelidikan Tim Polres Magetan, akhirnya membuahkan hasil. Informasi yang dikumpulkan dari  masyarakat, bidan dan pihak rumah sakit  menemukan titik terang dan mengarah pada tersangka.


Kepada polisi kedua tersangka mengaku bahwa dirinya tega bunuh darah dagingnya karena malu. Tersangka adalah sepasang kekasih yang belum menikah, bayi itu lahir pada (9/10/2019) di tempat kos-kosan,  tepatnya di daerah Kota Madiun.

Pada malam hari karena bayi menangis, khawatir ketahuan tetangga kos-kosan. Tersangka menutup mulut bayi hingga meninggal dunia, Kemudian bayi tersebut dibuang di depan SMPN 1 Takeran, yang kemudian ditemukan  warga pada pagi harinya."tutupnya

Kini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka akan dijerat pasal 80 ayat 3 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas  UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun serta pasal 340 KUHP dengan penjara paling lama 20 tahun.(mar)



SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »