Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Festival Kampung Pesilat 2019, Kembangkan Destinasi Wisata

by : On Oktober 28, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI


Pewarta, Madiun - Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) menggelar Festival Kampung Pesilat Indonesia 2019. Untuk kedua kalinya acara yang menampilkan atraksi para pesilat sekaligus memperingati hari Sumpah Pemuda yang digelar di Alon- Alon Reksogati Caruban, Senin (28/10/2019) malam.


Festival tersebut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Madiun, Walikota Madiun, Forkopimda, Kepala OPD, 14 ketua perguruan silat dan ribuan penonton yang memadati alon-alon Reksogati


Festival yang diadakan dalam rangka peringatan satu tahun Kampung Pesilat Indonesia tersebut diikuti oleh 14 perguruan silat yang tergabung dalam Kampung Pesilat.

“Ini bukti kebersamaan, kerukunan, keamanan dan kedamaian Kabupaten Madiun. Kita ingin menunjukkan bahwa meskipun berbeda-beda tetapi ketika jadi satu tidak ada apa-apa,” kata Bupati Madiun, Ahmad Dawami yang membuka festival.


Bupati mengatakan, dalam satu tahun usia Kampung Pesilat telah berhasil merubah stigma Kabupaten Madiun yang dulunya dikenal sering terjadi gesekan antar perguruan silat menjadi Kabupaten yang aman, damai, rukun, dan ramah.



“Merubah stigma yang kemarin mengerikan dan tidak ramah. Hari ini kita tunjukkan Kabupaten Madiun yang paling ramah,” ujar Bupati


Selain itu, lanjut Bupati, keberadaan Kampung Pesilat yang mampu menciptakan kerukunan juga berdampak pada meningkatnya sektor ekonomi, khususnya di wilayah Caruban yang ditetapkan menjadi ibukota Kabupaten Madiun berdasarkan PP nomor 3 tahun 2019.


Saat ini, ekonomi di Caruban begitu menggeliat. Menjadi pusat keramaian dan perputaran uang yang luar biasa. Hal itu merupakan efek dari kerukunan yang terjaga di Kabupaten Madiun.



“Ketika kerukunan terjaga, efeknya pada peningkatan ekonomi. Orang mau bekerja apapun tidak ada was-was, Investor akan berdatangan berinvestasi. Dampaknya, lapangan kerja terbuka,” jelasnya


Kedepan, festival Kampung Pesilat Indonesia ini akan dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata yang diharapkan mampu menyedot wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Madiun.


“Kedepan akan menjadikan kegiatan ini menjadi wisata tetapi semuanya lewat tahapan-tahapan. Nanti pasti akan ada evaluasi, biar efektifnya seperti apa,” ungkapnya.


Bupati berharap kebersamaan pesilat yang tergabung dalam Kampung Pesilat Indonesia membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Madiun. (sat/adv)






.


SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »