Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Derita Remaja Tuna Rungu Pacitan Dengan Segala Keterbatasan

by : On Oktober 30, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI


Pacitan,Pewartamadiun.net - Sungguh memilukan nasib Nisa Refiana 16 tahun beserta adiknya yakni Sita Prasetia yang masih berumur 12 tahun, sejak puluhan tahun keduanya menderita penyakit Tuna rungu serta susah bicara hingga saat ini.

Dari latar belakang keluarga tak mampu Nisa Refiana dan adiknya tinggal di pelosok desa bersama kedua orang tuanya yakni Sugito dan Harni (32), warga Dusun Sono Rt02 Rw09 Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan Provinsi Jawa Timur.

Kondisi saat ini sangat memprihatinkan sang keluarga hanya berharap ada sentuhan dari pemerintah daerah untuk membantunya pasalnya selama ini menurut keterangannya belum pernah mendapatkan bantuan guna membantu kesembuhan kedua buah hatinya tersebut.

Apalagi Nisa Refiana hanya lulusan SD saat ini tak melanjutkan sekolah lantaran malu sering diejek teman- temannya karena tak bisa bicara lancar dan susah mendengar, selain itu juga terbentur dengan biaya perekonomian keluarga yang tidak mampu, namun ia sangat berharap bisa melanjutkan kembali.

Harni sang ibu sambil meneteskan air mata berharap ada malaikat yang bisa menolong keluarganya untuk kesembuhan serta berharap ada orang yang membantu agar kedua anak tersebut bisa melanjutkan masa depannya.


"yang pertama berharap ada keajaiban dari sang maha pencipta untuk kesembuhan kedua anak kami dan juga ada orang yang menolong kami agar anak-anak bisa melanjutkan masa depannya, dan juga berharap ada perhatian dari pemerintah untuk membantu keluarga kami."katanya sambil tersedak-sedak meneteskan  airmata.

Dengan keterbatasan keluarga penghasilan tak menentu hanya cukup untuk makan setiap harinya.

Pada kesempatan yang sama kepala desa kalikuning terpilih Agung Pambudi saat bersilaturrahmi menjenguk warganya usai mendapatkan laporan dia mengatakan kedepan akan mengusahakan agar kedua anak tersebut mendapatkan pendidikan.

"Tadi datang silaturahmi dan menemukan dua anak dari keluarga mempunyai cacat pendengaran dan ngomong, semoga kedepan saya bisa mengusahakan keduanya, karena butuh pendidikan yang lebih untuk bekal di masa mendatang nanti."ungkapnya usai memberikan peralatan melukis dan bingkisan.(Rojihan)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »