Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Bupati Madiun : BPBD Harus Paling Depan Tangani Bencana

by : On Oktober 08, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI


PEWARTA, MADIUN - Bupati Madiun H. Ahmad Dawami membuka pelatihan pengkajian dan perhitungan pasca bencana sector Sosbud dan Ekonomi di Kantor BPBD Kabupaten Madiun, Selasa (8/10/2019)


Pelatihan ini dihadiri oleh Ka. Bappeda, ka. PU&TR, Ka. Dinas Kesehatan, Ka. Dinsos, Ka. Permukiman dan Narasumber dari BPBD Provinsi dan Konsultan Madani Calista Saibuyun dari Yogjakarta, serta Tim Reaksi Cepat BPBD se-Kecamatan Kabupaten Madiun sejumlah total 46 orang.

Tujuan kegiatan ini Untuk mempekuat kasiapan dan meningkatan kualitas sumberdaya, baik dalam persiapan tanggap bencana dan pengadministrasian pasca bencana.

Bupati  Madiun Ahmad Dawami mengatakan masalah kebencanaan semua dinas harus mendukung, seperti banjir kemarin semua dinas turun kelapangan ikut membantu. Pentingnya suatu kebersamaan dalam menangani bencana, baik itu pemerintah, TNI Polri dan masyarakat

“ BPBD harus paling depan dalam menangani bencana, akan tetapi semua harus mendukung. Memang tidak mudah dalam menangani bencana memerlukan biaya yang banyak. Bupati mengungkapkan Lebih baik kita mengeluarkan biaya yang besar dalam tanggap bencana dari pada waktu bencana kita belum siap”  tegasnya

Bupati juga memberikan disposisi kepada BPBD untuk melakukan pelatihan tanggap bencana, sehingga kita siap nanti dalam menangani bencana. Beliau sangat memberikan perhatian kepada BPBD, "saya tidak ingin SDM di BPBD ini buangan, harus benar-benar memiliki SDM yang tangguh dan siap dalam menangani bencana

Berbicara BPBD mengacu pada Cagah, Tangani, rehabilitasi. Pasca bencana bisa maksimal apabila prediksi potensial bencana harus bisa dipetakan. Dan dalam penangan kita harus kompak. Selain BPBD, desa di kabupaten madiun harus tanggap bencana dan itu tanggungjawab BPBD dalam memberikan pelatihan dan di desa harus memiliki anggaran pencegahan bencana. Tidak boleh ada bencana di suatu daerah yang tidak teridentifikasi, jelasnya.

Bupati berharap, mulai dari pencegahan, penanganan dan rehabilitasi harus terlaksana dengan baik. Masalah anggaran tahun depan sudah kita naikan dan kedepan kita akan naikan lagi yang terpenting saya diberikan keyakinan akan kebutuhan dalam penanganan bencana” pungkasnya.(sat)


SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »