Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Mediasi Gagal, Nasabah Ancam Pidanakan Bank BRI Cabang Ponorogo

by : On September 23, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Munawar, kuasa hukum Didin Irianawati, usai mediasi di PN Ponorogo.
Ponorogo, Pewarta - Kasus gugatan terhadap Bank BRI Cabang Ponorogo, yang diajukan oleh Didin Irianawati, warga Jalan Sulawesi, Ponorogo, terus berlanjut.

Kali ini, Didin didampingi kuasa hukumnya, Munawar, untuk ketiga kalinya mendatangi Pengadilan Negeri Ponorogo guna melakukan mediasi seperti yang dijadwalkan oleh pihak PN Ponorogo, Senin (23/09/2019).

Namun, pada akhirnya  mediasi kali ini pun tidak menemui titik terang alias gagal dikarenakan pihak tergugat yakni Bank BRI Cabang Ponorogo menolak tuntutan yang diberikan oleh Didin melalui kuasa hukumnya.

"Sesuai jadwal, hari ini kita melakukan mediasi dengan pihak bank. Meski pada akhirnya BRI tidak menyanggupi tuntutan klien kami," kata Munawar usai mediasi.

Menurutnya, mediasi kali ini tidak menghasilkan kesepakatan bersama. Bank BRI hanya sanggup mengembalikan uang milik Didin hanya sebesar 50% saja atau sekitar 43 juta lebih. Sedangkan pihak Didin tetap pada tuntutan awal, yakni menginginkan uang tabungan miliknya senilai Rp 87.654.321,- , yang raib pada bulan Desember 2017  itu bisa kembali utuh.
Didin Irianawati menunjukkan berkas gugatan yang dilayangkan melalui PN Ponorogo.

"Yang jelas klien kami merasa dibohongi, dari kesepakatan awal bahkan saat hearing dengan DPRD Ponorogo, pihak BRI menyanggupi akan mengembalikan uang yang hilang di rekening tersebut, dan sampai hari ini janji dari BRI itu ternyata bohong," imbuhnya.

Karena tidak ada kesepakatan dari kedua pihak, hakim akhirnya menunda jalannya mediasi dan akan melanjutkan pada Kamis mendatang. Hal ini yang membuat kuasa hukum Didin sangat kecewa dan akan berencana mempidanakan Bank BRI Cabang Ponorogo jika tidak segera menepati janjinya.

"Sudah banyak waktu yang terbuang, klien kami dan saya sendiri sangat kecewa, jika tidak segera ada kesepakatan maka akan kami pidanakan BRI Cabang Ponorogo dalam waktu dekat," tandas Munawar.

Diketahui, uang tabungan milik Didin Irianawati raib dari rekening miliknya sebelum akhirnya melayangkan gugatan kepada Bank BRI Cabang Ponorogo melalui Pengadilan Negeri Ponorogo. (ns)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »