Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Kebakaran Lahan dan Hutan Mencapai 60,5 Hektare, BPBD Ponorogo Terus Lakukan Pemantauan

by : On September 19, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Setyo Budiono menunjukkan beberapa titik wilayah yang mengalami karhutla.
Ponorogo, Pewarta - Maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa wilayah di Indonesia semakin mempribatinkan, seperti saat ini wilayah Kalimantan dan Sumatra yang mengalami kebakaran hutan sangat parah dan mengakibatkan kabut asap pekat.

Namun, tidak hanya di Kalimantan dan Sumatera saja yang mengalami masalah kebakaran hutan dan lahan. Setidaknya 60,5 hektare hutan dan lahan di Ponorogo juga terbakar saat musim kemarau 2019 ini.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Ponorogo, Setyo Budiono menjelaskan bahwa hutan dan lahan seluas 60,5 hektare yang terbakar ini, terjadi dalam kurun waktu Juni hingga September tahun ini.

"Dalam kurun waktu sekitar 4 bulan terakhir ini, sedikitnya ada 60,5 hektare hutan dan lahan yang terbakar di beberapa wilayah di Ponorogo," jelas Setyo Budiono kepada Pewarta, Kamis (19/09/2019).
Petugas terus memantau kondisi terkini musibah kebakaran hutan dan lahan terutama di wilayah Ponorogo.

Menurutnya, ada dua kategori kebakaran yang terjadi di wilayah Kabupaten Ponorogo, yakni kategori hutan lindung dengan luasan hampir 26 hektare, dan kategori hutan rakyat kurang lebih ada 34,5 hektare.

"Dari dua kategori hutan dan lahan yang terbakar ini yang jelas disebabkan banyaknya hutan yang kering dengan cuaca yang sangat panas, serta faktor kelalaian warga yang membakar lahan yang berdekatan dengan hutan," tambahnya.

Untuk pemantauan, pihak BPBD Kabupaten Ponorogo sudah memakai alat pemantau canggih yang merupakan bantuan dari BNPB pusat.

"Saat ini, kami terus memantau kondisi hutan dan lahan yang rawan maupun sudah terbakar dari satelit bantuan BNPB, alat ini bisa memantau seluruh wilayah di Ponorogo bahkan seluruh Indonesia yang mengalami kebakaran hutan," tandasnya.

Pihaknya juga bekerjasama dengan semua elemen yang ada, termasuk TNI-Polri maupun masyarakat sekitar hutan yang rawan akan bencana kebakaran. (ns)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »