Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Warga Madiun Tewas Setelah Tertemper KA Logawa

by : On Agustus 26, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Madiun, Pewartamadiun –Sukaji, warga Desa Sirapan, Kecamatan/Kabupaten Madiun. Laki-laki  sekitar 60 tahun itu meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api (KA) Logawa 188 jurusan Purwokerto-Surabaya di km 159+2/3 masuk wilayah Desa Sendangrejo, Kecamatan/Kabupaten Madiun, Senin (26/8/2019) sekitar pukul 12.20 WIB.

Aparat kepolisian Polsek Nglames yang mendapat laporan kejadian ini langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolsek Nglames AKP Nuryadi yang turun langsung ke lokasi kejadian mengatakan, korban awalnya bertemu dengan temannya bernama mbah Masrib untuk membicarakan masalah ayam. Sesaat kemudian, mbah Masrib masuk rumah. Lalu, ketika dilihat lagi, korban sudah tidak ada di tempat.

"Korban ngobrol masalah ayam dengan mbah Masrib, lalu ditinggal masuk sama mbah Masrib tiba-tiba korban sudah tidak ada. Tidak lama kemudian Polsuska datang, ternyata korban ditemukan sudah meninggal," terang AKP Nuryadi.

Hasil dari olah TKP, dugaan sementara berdasarkan informasi, korban mengidap sakit komplikasi yang setiap tiga kali seminggu berobat ke RS Panti Waluyo Caruban. Sementara, informasi dari pihak keluarga, obat yang biasa dikonsumsi korban habis.

"Kita belum bisa memastikan apakah ini bunuh diri atau ketergantungan obat sehingga korban pikirannya kosong dan tidak tahu ada kereta lewat," terangnya.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Soedono untuk divisum. (ant/sat)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »