Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Kunjungi Monumen Kresek, Jenderal Purnawirawan Kenang Peristiwa Keji PKI di Madiun

by : On Agustus 30, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI


Madiun, Pewartamadiun.net – Para Purnawirawan yang tergabung dalam Abituren Akmil 1982 dalam kunjungannya ke Kota Madiun, menyempatkan diri untuk berkunjung ke Monumen Kresek yang terletak di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Kamis (29/8/19).

Turut dalam rombongan para jenderal purnawirawan itu, antara lain Letjen TNI (Purn) Yayat Sudrajat, Letjen TNI (Purn ) Syafril, Mayjen TNI (Purn) Yul Aviandi, Mayjen TNI (Purn) Iskandar, M.S., Brigjen TNI (Purn) Mas'ud Efendi dan Brigjen TNI (Purn) Nuah Barus.

Letjen TNI (Purn) Yayat Sudrajat yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Harian Pejuang 45 Daerah Jabar mengatakan, bahwa kedatangannya bersama-sama rekannya sesama Abituren Akmil 1982 di Monumen Kresek adalah untuk memberikan penghormatan dan mengenang jasa para pahlawan dan pejuang pendahulunya yang telah gugur dalam melawan pemberontakan PKI, khususnya di Madiun.

Ia menambahkan, dalam kunjungannya itu juga untuk mengingatkan agar faham atau ideologi komunis seperti yang dianut oleh PKI tidak lagi tumbuh dan berkembang di negara Indonesia.

Lebih lanjut ia berpesan kepada Kasrem 081/DSJ Letkol Inf Agus Faridianto yang turut mendampingi, agar lebih menggiatkan lagi doktrinisasi tentang bahayanya faham laten komunis, hingga ke tingkat sekolah dasar.


Dengan adanya hal itu, ia berharap sejarah akan kekejaman PKI tidak terulang kembali dan dilupakan oleh generasi mendatang.

"Karena hanya ideologi Pancasila lah yang sesuai dengan kepribadian Bangsa Indonesia dan hal itu juga sudah dibuktikan dengan adanya Hari Kesaktian Pancasila yang telah mampu menggagalkan berbagai aksi pemberontakan yang merongrong keutuhan NKRI dan ingin merubah ideologi Pancasila," jelasnya.


"Semoga kita semua yang  telah mewarisi kemerdekaan dari berbagai buah perjuangan yang panjang di masa lampau, akan terus mampu mengisi dan melanjutkan cita-cita perjuangan nasional, yang telah dirumuskan oleh para Pahlawan dan Pejuang pendahulu kita," tandasnya.

Seperti diketahui, Monumen Kresek adalah monumen bersejarah yang merupakan peninggalan dan sebagai saksi atas peristiwa sejarah pemberontakan dan keganasan PKI pada tahun 1948 di Madiun.

Selain di Monumen Kresek, rombongan juga menyempatkan diri untuk singgah ke Masjid Kuncen dan kawasan wisata kota tua di Asrama Bosbow.(arw/st)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »