Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Keduk Beji, Ritual Budaya Ngawi

by : On Agustus 13, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Ngawi, Pewarta - Warga Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, gelar ritual budaya Keduk Beji. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 13 Agustus. Hadir juga di  acara ini Bupati Ngawi Ir.Budi Suistyono serta wakilnya Ony Anwar Harsono,S.T,M.H, Forpimda, OPD, serta ribuan masyarakat Kabupaten Ngawi
Plt. Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga  Raden Rudi Sulisdiana, S.Sos, M. Si  mengatakan ritual budaya Keduk Beji merupakan rangkaian kegiatan HUT ke – 661 tahun Kabupaten Ngawi sekaligus HUT  Kemerdekaan RI ke - 74 Tahun, acara tahunan  yang dikemas dalam bentuk pertunjukan tanpa mengurangi kesakralanya, yang akan dikembangkan menjadi daya tarik wisata alam di kabupaten Ngawi
Sementara Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar, S.T mengatakan  upacara Keduk Beji ini, merupakan salah satu cara untuk melestarikan adat budaya penduduk Desa Tawun sejak jaman dulu. Tujuan utamanya adalah mengeduk atau membersihkan Sumber Beji dari kotoran” ungkap Ony

Prosesi upacara adat ini diawali ratusan warga Desa Tawun berkumpul di sumber berukuran 20 x 30 meter kemudian melakukan kecetan. Wakil Bupati Ony Anwar ikut terjun dalam kecetan ini. Ritual dimulai dengan melakukan pengerukan atau pembersihan kotoran dengan mengambil sampah dan daun-daun yang mengotori sumber mata air Beji yang berada di Desa Tawun.

Terkait Keduk Beji menurut Supomo selaku juru silep atau juru selam menjelaskan, tradisi Keduk Beji selalu pada hari Selasa Kliwon bertepatan usai masa panen raya. Ritual itu digelar sebagai sarana penghormatan kepada Eyang Ludro Joyo atas sumber penghidupan Keduk Beji.

Menurutnya, inti dari ritual Keduk Beji terletak pada penyilepan atau penyimpanan kendi yang berisi air legen di pusat sumber air Beji. Pusat sumber tersebut terdapat di dalam gua yang terdapat di dalam sumber Beji sendiri. Ritual ini berawal dari (legenda) warisan Eyang Ludro Joyo yang dulu pernah bertapa di Sumber Beji untuk mencari ketenangan dan kesejahteraan hidup.
Setelah bertapa lama, tepat di hari Selasa Kliwon, jasad Eyang Ludro Joyo dipercaya hilang dan timbulah air sumber ini. Ritual ini berawal dari pengedukkan atau pembersihan kotoran di dalam sumber Beji. Seluruh pemuda desa terjun ke air sumber untuk mengambil sampah dan daun-daun yang mengotori kolam dalam setahun terakhir.(ika)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »