Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Jelang Bulan Suro, Kapenrem 081/DSJ : Mari Jaga Kedamaian

by : On Agustus 26, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Kapenrem 081/DSJ Mayor Arm T.M. Hartoyo

Madiun, Pewartamadiun.net – Bulan Suro atau Bulan Muharam dalam kalender Islam yang akan jatuh pada awal bulan September mendatang, mempunyai makna yang lebih bagi sebagian Perguruan Silat yang terdapat di Kota Madiun, khususnya PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) dan PSHW (Persaudaraan Setia Hati Winongo).

Kedua Perguruan Silat yang mempunyai basis massa dalam jumlah besar itu, pada Bulan Suro nanti akan menyelenggarakan berbagai kegiatan, seperti tasyakuran, kenaikan tingkat dan Suran Agung.

Karena baik PSHT dan PSHW pusatnya berada di Kota Madiun, maka diperkirakan dalam setiap kegiatan itu, nantinya akan terdapat jumlah massa yang sangat besar hingga puluhan ribu orang, yang datang dari berbagai daerah.

Terkait hal tersebut, Kapenrem 081/DSJ Mayor Arm T.M. Hartoyo sangat berharap, semua kegiatan yang dilaksanakan itu nantinya dapat berjalan dengan lancar, aman dan tertib.

“Jangan sampai ada tindakan anarkis yang melanggar hukum dan dapat mengganggu kondusifitas Kota Madiun,” turturnya di Kantor Penrem 081/DSJ, Jl. Pahlawan No. 50 Kota Madiun, Selasa (27/8/19).

“Karena selama ini, kami TNI-Polri dan Pemkot Madiun telah sepakat dan terus berupaya ingin menghapus image bahwa Pendekar dan Pesilat di Kota Madiun dan sekitarnya yang rawan menimbulkan konflik sosial,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia mengajak kepada seluruh Pendekar dan Pesilat yang ada di Kota Madiun untuk senantiasa berkomitmen guna menjaga kedamaian, persatuan dan kesatuan.(arw/st)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »