Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Lestarikan Kuliner Tradisional, Bupati Ipong Launching Kampung Sate Setono

by : On Juli 14, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Ponorogo, Pewarta - Ponorogo kini mempunyai destinasi wisata baru berbasis kuliner, yakni Kampung Sate Setono, yang terletak di lingkungan Satean, Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, Ponorogo.

Lahirnya kampung sate ini mendapatkan sambutan hangat dari Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, dan secara resmi dilaunching hari ini, Minggu (14/07/2019).

Ketua paguyuban sate Setono, Samsul Hidayat mengatakan bahwa dibentuknya paguyuban dan launching kampung sate ini karena ada keresahan disetiap pedagang yang banyak mencatut nama Setono.

"Sejarah yang kami gali, sate ayam Setono ini sudah ada sejak tahun 1878, sampai saat ini sudah 3 turunan, dan kami siap menjaga budaya kuliner ini," ucap Samsul Hidayat.

Menurutnya, keberadaan kampung sate Setono sangat strategis karena berdekatan dengan lokasi wisata religi, yakni komplek makam Bathoro Katong. Dengan begitu, dirinya berharap kepada pemerintah daerah agar membantu mengarahkan kepada wisatawan agar bisa melewati jalur kampung sate Setono.

"Tempat kami strategis, berdekatan langsung dengan makam Bathoro Katong, dan kami berharap pemkab bisa membantu memasang papan nama ataupun penunjuk arah menuju kampung Sate Setono, agar pengunjung bisa mengetahui keberadaan sate kami," harapnya.

Sementara itu, Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni sangat mengapresiasi sekali kreativitas yang muncul dari bawah, seperti kampung sate ini. 

"Ini bagus, karena sejalan dengan program pemerintah dalam rangka meningkatkan kunjungan wisata di Ponorogo," ujar Ipong.

Kedepan, pihaknya akan terus membantu mempromosikan kampung sate ini, baik melalui Dinas Pariwisata maupun instansi terkait lainnya.

"Kita harus bangga dengan adanya sate Setono, tinggal bagaimana kita nanti mempromosikan agar lebih dikenal, dengan catatan kemasan harus bagus, kualitas produknya bersih dan tahan lama," tukasnya.

Seperti yang Ipong saksikan hari ini, masyarakat Setono tak sekedar mengenalkan kampung satenya, namun juga membuat sate raksasa setinggi 3 meter serta gunungan yang terdiri dari 2500 lontong. (ns)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »