Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Kepala Kankemenag Dr. Moh Nurul Huda M.Pd: Antara Nasionalis dan Religius Harus Kita Padukan.

by : On Juli 20, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Pacitan, Pewarta - Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat kabupaten, yang dibawah naungan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) hari ini secara serentak diseluruh indonesia telah resmi dibuka.

Seperti pagi ini bertempat halaman Madrasah Tsanawiyah Negeri 02 Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Di gelar apel pembukaan KSM yang dipimpin langsung Kepala Kankemenag Dr. Moh. Nurul Huda MPd.

Dalam sambutannya Moh. Nurul Huda mengatakan agar dalam kopetisi ini betul-betul dilakukan secara serius, dan terus tingkatkan belajar pasalnya selain menjadi pembelajaran juga membawa nama baik lembaga masing-masing.

"Hari ini merupakan kegiatan serentak dilakukan seluruh indonesia, maka kita lakukan semaksimal mungkin agar bermanfaat"sampainya.

Yang mengikuti Kompetisi Sains Madrasah tersebut diantaranya Madrasah Ibtidaiyah (107), Madrasah Tsanawiyah (52), Madrasah Aliyah (22), Seluruh Kabupaten Pacitan.

Lebih lanjut Moh. Nurul Huda menyampaikan agar semuanya bisa mengabungkan antara Nasionalis (Kebangsaan) dan Religius (Agama), menurutnya kedua pemahaman tersebut jika dilakukan dalam kehidupan sehari-hari akan menjadi sejuk, nyaman dan tentram.

"Dalam berkehidupan kususnya di kabupaten pacitan ini kita harus menanamkan nilai-nilai kebangsaan, agar senantiasa rasa cinta kepada negara terus tertancapkan dalam hati dan dilakukan melalui aktivitas ķita, begitu juga dengan agama"imbuhnya.

Ia juga mengibaratkan "Antara nasionalis dan religius, ketika hanya ada nasionalis maka akan buta tapi jika hanya agama maka akan pincang, Maka agar sempurna kedua hal demikian harus kita padukan."jelasnya.

Untuk memadukan maksud antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan "kita semua berkeinginan bagaimana religius yang terjadi dipacitan itu bangkit sehingga penyadaran terhadap kewajibannya ini akan lebih ditingkatkan."pungkasnya.(Rjh)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »