Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








HUT Ke-661 Pemkab Ngawi Gelar Ritual Jamasan Pusaka

by : On Juli 01, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI


Ngawi, Pewarta - Pemerintah Kabupaten Ngawi  Jawa Timur, melaksanakan ritual jamasan Pusaka yang dipusatkan  di Gedung Wedya Graha Ngawi. Senin (1/7/2019)

Ritual ini langsung dipimpin oleh Bupati Ngawi Budi Sulistyono dan diikuti oleh Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) serta para staf dilingkungan Pemkab Ngawi dengan memakai pakaian adat kejawen yang berlangsung dengan khidmat. Kegiatan ini merupakan rangkaian hari jadi Kabupaten Ngawi yang ke-661

Jamasan pusaka dilakukan oleh sesepuh agung Ki Subandi satu persatu pusaka yang cukup memiliki filosofi ini disiram dengan beberapa rupa kembang dan sesaji lainya dengan diikuti dengan kalimat mantra. Sebelumnya pusaka milik Pemkab Ngawi ini diboyong dari plangkanya yang ada didalam Pendopo Wedya Graha dengan dikawal oleh lima sesepuh yang dipimpin oleh Ki Sugito yang merupakan Ketua Permadani Cabang Ngawi

Ritual budaya jamasan pusaka ini meliputi dua buah tombak antara lain Kyai Singkir dan Kyai Songgolangit serta dua payung yakni Tunggul Wulung dan Tunggul Warono dilakukan setiap tahun menjelang peringatan hari Jadi Kabupaten Ngawi

Bupati Ngawi Budi Sulistyono mengatakan, jamasan pusaka itu adalah kegiatan rutin setiap tahunnya, dimana piandel Kabupaten Ngawi itu di jamas atau dicuci setiap tahunnya atau setiap memperingati hari jadi Kabupaten Ngawi” ungkapnya

Lebih lanjut Bupati mengatakan “Ritual jamasan pusaka tidak bisa dilepaskan dengan sejarah awal berdirinya Kabupaten Ngawi, dengan demikian ritual seperti yang kita lakukan sekarang ini keberadaanya harus dilestarikan supaya generasi penerus nantinya akan tahu makna yang terkandung didalamnya,” terang Budi Sulistyono Bupati Ngawi.

Bupati menambahkan, sebenernya penemu piandel (Pusaka) itu belum jelas, akan tetapi sejarah tentang pendirian Kabupaten Ngawi itu Ibu Kotanya tidak berada di Kabupaten Ngawi melainkan di Ngawi Purba” imbuhnya

“Bicara soal Filosofi dalam giat Jamasan pusaka ini adalah bagaimana kita mensucikan diri dan pusaka ini adalah Roh dari Kabupaten Ngawi. Untuk itu diharapkan agar semua ikut serta mensucikan roh kita, jiwa kita, fikiran kita, hati kita tujuannya agar mensucikan diri dari apa yang pernah kita alami selama ini. dan menjaga Kerukunan dan kebersamaan, serta mengupayakan pembangunan yang merata disemua lingkungan yang berada di Kabupaten Ngawi maupun disekitar Kabupaten Ngawi,”pungkas Bupati Ngawi Budi Sulistyo.(st)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »