Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Atlet Termudah Cabor Paralayang Porprov Jatim Raih Medali Perunggu

by : On Juli 24, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI


Ponorogo, Pewarta  – Mewakili Kabupaten Ponorogo dalam perhelatan olah raga empat tahunan di Provinsi Jatim merupakan impian seluruh pemuda di wilayah ini. Demikian pula dengan Izza Ulya Faradisa salah satu putri anggota Kodim 0802/Ponorogo yang tercatat sebagai atlet cabang olah raga (Cabor) Paralayang Kabupaten Ponorogo yang menjadi bagian dari 93 orang atlet kontingen Kabupaten Ponorogo pada Porprov VI jatim tahun 2019.

Dengan penuh rasa tanggung jawab ia menyiapkan diri dengan berlatih secara intensif selama dua bulan untuk berlaga di venue Paralayang Porprov VI Jatim di Tuban. Izza Ulya Faradisa yang saat ini tercatat sebagai salah siswa kelas IX MTs Al Azhar Sampung ini merupakan atlet termuda pada cabor Paralayang dalam usia 14 tahun dan 6 bulan. Demikian pula dengan berat badannya yang terhitung mungil (45 kg) sehingga harus menutup kekurangan berat badan minimal 50 kg untuk payung udara (para) BGD ukuran “S” yang digunakannya dengan menambahkan lima botol air mineral diranselnya.

Dibawah bimbingan tim pelatih Paralayang Ponorogo, selama bulan Mei hingga Juni 2019 ia berlatih fisik, tehnik hingga psikologi sebagai bentuk persiapan bertanding di Porprov VI Jatim di Kabupaten Tuban. Latihan kekuatan kaki dan tangan menjadi prioritas utama latihan fisik dalam Cabor Paralayang, sedangkan dalam bidang tehnik ia dilatih untuk takeoff dengan tehnik Alpin dan refirs serta tehnik landing dengan mengenali angin headwind sehingga sempurna saat landing.
Pada Porprov VI Jatim tahun 2019 ini, cabor Paralayang digelar mulai tanggal 1 hingga 9 Juli 2019. Namun Ulya panggilan akrab Izza Ulya faradisa bersama dengan tim kontingen Cabor Paralayang Ponorogo telah berada di venue tiga hari sebelumnya untuk melaksanakan orientasi medan dan kecenderungan angin yang saat ini sedang berlangsung di wilayah Kabupaten Tuban. Sebelum pelaksanaan pertandingan ia telah melakukan 6 shorty penerbangan untuk mempelajari kondisi venue sehingga ia siap untuk berlaga.


Dalam Porprov VI Jatim Cabor Paralayang yang diikuti 65 atlet dari Kabupaten/kota di Jatim ini, Ulya mengikuti seluruh nomor yang dipertandingkan dalam katagori putri antara lain, ketepatan mendarat perorangan, ketepatan mendarat berregu dan lintas alam berregu. Pada nomor ketepatan mendarat perorangan putri yang mewajibkan atlet melakukan 4 shorty Ulya baru mampu menempati urutan 15 dari 65 atlet. Pada nomor ketepatan mendarat berregu yang ia tersingkir di babak perdelapan final, sedangkan pada nomor lintas alam berregu yang menjadi nomor favoritnya ia mampu meraih nomor urutan ke-3 dan mendapatkan medali perunggu.

Ditemui usai pelaksanaan Porprov VI Jatim, Ulya menuturkan, “Saya merasa sangat bangga atas kepercayaan KONI Ponorogo kepada saya untuk bertanding di Porprov VI Jatim pada Cabor Paralayang. Ini merupakan event tertinggi yang pernah saya ikuti, sehingga jauh-jauh hari sebelumnya saya mempersiapkan diri bersama dengan para atlet yang lain.” tuturnya

Ditanya tentang pelaksanaan pertandingan di venue Paralayang Porprov VI jatim, ia mengungkapkan, “Pada nomor ketepan mendarat saya baru mampu masuk 15 besar jatim, mengingat para atlet dari Kabupaten/Kota merupakan para atlet senior yang pengalaman dan usianya diatas saya. Namun ini merupakan capaian terbaik saya selama ini pada nomor ini, sehingga akan saya jadikan motivasi untuk meningkatkan prestasi saya di masa mendatang. Sedangkan pada nomor ketepatan mendarat berregu saya mengalami insiden, pada saat landing saya memaksakan diri untuk full break sehingga saya jatuh dari ketinggian 5 meter dan mengalami cedera.” ungkapnya

Lebih lanjut Ulya menyampaikan, “Setelah mendapatkan perawatan dari tim medis selama sehari, saya melanjutkan rangkaian Porprov VI Jatim dengan mengikuti nomor lintas alam berregu. Ini merupakan nomor favorit saya, dimana saya harus terbang dengan ketinggian maksimal untuk menuju titik-titik point yang telah diberikan oleh panitia. Pada nomor ini saya dituntut untuk secara tepat melintasi titik-titik point dengan kecepatan maksimal  untuk mencapai sasaran hingga landing. Saat pengumuman pemenang, syukur Alhamdulillah saya bersama dengan Kak Rona Jinan Zahro dapat menempati urutan ke-3 dan meraih medali perunggu,” pungkasnya.(zai/red)


SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »