Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Polres Madiun Gulung Sindikat Pencurian Motor Dengan Modus Pengamen

by : On Juni 01, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Madiun, Pewarta - Polres Madiun berhasil menangkap sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan modus pegamen.

Penangkapan pencurian yang meresahkan masyarakat ini bermula dari penangkapan Yusup alias Unyil di Desa Tiron, Kecamatan/Kabupaten Madiun, Minggu (26/5) malam.

Yusup yang menyaru sebagai pengamen pura-pura mengamen di rumah korban yang saat itu dalam keadaan sepi. melihat motor Mega Pro nopol S 6812 GL masih ada kuncinya langsung di bawa. 
Barang bukti yang diamankan polisi
Namun naas Yusup  ditangkap oleh pemilik motor yang baru pulang ke rumahnya. Karena kaget melihat pemilik motor datang, Yusup terjatuh dari motor curiannya.

“Saat itu saya baru memundurkan motor itu. saat mau saya nyalakan motornya, tiba-tiba pemilik rumah datang. Karena kaget, saya jatuh,” kata Yusup, Sabtu (1/6) saat Relis di Joglo Polres kemaren.

Sebelum mencuri, pria asal Desa Sareng, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun ini pura-pura menjadi pengamen. Dia menyanyikan lagu, dan memainkan gitar kentrung sembari mengamati situasi  rumah sasaran.

“Saat itu rumah dalam keadaan sepi. Hanya ada anaknya saja,” kata Yusup.
Saat beraksi, Yusup dibantu rekannya, Supriadi alias Manuk (43).
Namun, Supriadi berhasil meloloskan diri.

Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono menuturkan dua tersangka itu berboncengan menggunakan motor untuk mencari sasaran motor yang diparkir di halaman rumah.

“Mereka berboncengan sambil membawa gitar. Mereka pura-pura mengamen,  dan masuk ke pekarangan rumah. Apabila di pekarangan rumah tersebut kosong, Yusup langsung masuk untuk memastikan apakah kunci motor tertancap di lubang kunci atau tidak,” kata Ruruh.

Setelah menangkap Yusup, polisi akirnya mengembangkan kasus tersebut dan berhasil menangkap Sumaji (42) dan Zainul Arifin (43) yang berperan sebagai penadah motor hasil curian.

“Terkait kasus ini, kami sudah menangkap tiga orang, dan satu orang masih buron. Kami juga menyita 14 motor hasil curian,” ungkapnya.

Ruruh mengatakan motor hasil curian dijual sekitar Rp 2 juta sampai Rp 3 juta.
Dalam menjual  motor hasil curian, komplotan yang beraksi mulai tahun 2016 hingga saat  ini menggunakan kode Halo dan Komplit.
Halo berarti hanya dilengkapi kunci saja. Sedangkan Komplit berarti motor tersebut ada STNK-nya.
Sebagian motor hasil curian ini dijual ke berbagai daerah, seperti di Kabupaten Nganjuk dan Kota Surabaya.

“Kalau hanya dilengkapi kunci saja dijual seharga Rp 2 juta. Tapi Kalau ada STNK-nya dijual Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta,” sedangkan dari hasil mencuri ini mereka gunakan untuk berfoya-foya kata Ruruh. (Ryo)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »