Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Modal Tekun, Warga Tulakan Sulap Sampah Organik Jadi Makanan Ternak

by : On Juni 27, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Ahmad Ikhsan Mantri Kesehatan Tulakan
Pacitan, Pewarta - Berawal dari tanah suci Makkah saat melakukan ibadah haji tahun 2010 yang lalu, Seorang Mantri Kesehatan Ahmad Ikhsan warga masyarakat Desa Tulakan, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan Provinsi Jawa Timur. ini mampu membuat makanan ternak sapi dan kambing, dari semua jenis sampah organik. Kamis (27/6/2019).

Menurut keterangannya saat di Makkah ia melihat seekor kambing sedang memakan kertas hingga habis, lalu kemudian dengan ketekunannya dalam mempelajari diberbagai sumber media sosial dan ditopang dengan keahlian sebagai mantri kesehatan, Ahmad Ikhsan berhasil awal melakukan percobaan ditahun 2013 fermentasi hingga berkembang sampai saat ini.

"Memang awalnya ide ini saya dapat disaat pergi haji tahun 2010, saya melihat kok ada kambing makan kertas, ahirnya saya pelajari dan pelajari lalu saya uji coba alhamdulilah kok berhasil hingga sekarang saya kembangkan"ungkapnya.

Lebih lanjut ia menambahkan awal mula dalam percobaan ia memakai kambing hingga berjalan satu tahun, setelah itu kemudian beralih yang lebih besar dengan 6 ekor hewan ternak sapi sampai hingga sekarang bertambah menjadi 24 ekor dengan kondisi yang sehat dan gemuk.

"Awal saya coba dengan kambing ternyata kambingnya gemuk-gemuk dan setelah satu tahun saya ganti dengan sapi dan sampai sekarang"imbuhnya.

Inovasi yang dilakukan Ahmad Ikhsan tersebut patut dijadikan contoh bagi semua kalangan, pasalnya selain lebih sehat untuk hewan ternak dan menigkat ekonomi masyarakat, juga mengajarkan publik untuk tidak membuang barang bekas yang dipandang tak berguna sementara masih dapat dipergunakan untuk yang lebih baik.

"saya hanya berfikir beli sampah dari masyarakat buat makan ternak, minimal masyarakat juga lumayan ada penghasilan, saya beli sampah organik dari masyarakat Rp.500/Kgnya"terangnya.

Tak jarang orang dari berbagai wilayah bergantian berdatangan untuk belajar proses pembuatan hingga membeli hasil fermentasi, bahkan Ahmad Ikhsan yang dikenal sebagai mantri kesehatan itu berharap warga masyarakat dapat meniru teori dan upaya yang dilakukan tersebut.

"Kedepan memang yang paling saya inginkan masyarakat bisa juga ikut tiru, peternak sapi dengan demikian sangat efisien operasionalnya lebih murah, karena makanannya kita ambil dari sampah-sampah organik, dan saya siap mendampingi hingga mandiri"jelasnya.

Seperti yang diungkapkan Nur Cahyo Warga Desa Jatigunung bahwa "saya datang selain silaturrahim saya melihat prodak dari pak ikhsan dari hasil fermentasi, saya sangat termotivasi dengan yang dilakukan pak Ikhsan proses pengemukan sapi, hingga saya sendiri sampai terpincut (tertarik) memelihara sapi, karena 5-6 bulan sapi siap dijual."ungkapnya

Cara pembuatan makanan tersebut cukup dengan semua jenis sampah organik maupun dedaunan semua jenis yang kering digiling sampai lembut atau rajang hingga halus lalu dicambur dengan katul, campur dengan gula pasir yang dilarutkan dengan air dan bahan kimia jenis Effctive Microorganisms-4 (EM4) untuk peternakan, dan di fermentasikan minimal satu minggu.(rjh)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »