Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Bangkitkan Geliat Petani Pamelo, Pemdes Pojoksari Gelar Festival Kampoeng Pamelo

by : On Juni 07, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Magetan, Pewarta -- Festival Kampoeng Pamelo digelar di Desa Pojoksari, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (8/6/2019).

Acara itu dilaksanakan demi membangkitkan semangat petani guna mengembalikan kejayaan pamelo (jeruk besar) yang dibudidayakan masyarakat setempat 

Kepala Desa Pojoksari Edy Mulyono sebagai penyelenggara festival mengatakan ingin mendukung program Pemkab Magetan bidang pertanian, utamanya pengembangan pamelo.


"Kami ingin mendukung program Pemkab Magetan terutama dalam bidang pertanian yaitu dalam pengembangan pamelo. Karena Pojoksari merupakan desa yang berada di wilayah Betasuka yang merupakan kawasan berpotensi dalam pengembangan pemelo," jelas Edy.

Lebih lanjut, Edy menjelaskan festival tersebut dimaksudkan untuk mendongkrak harga pamelo karena harga pamelo di wilayah tersebut tergolong rendah akibat ulah pedagang yang membeli langsung di kebun.

"Kami ingin mendongkrak harga pamelo. Selama ini kalau diborong bakul di kebun biasanya hanya laku Rp4.500 per buah, hari ini di acara festival bisa laku Rp7.500 per buah," ujarnya.

Tujuan utama Festival Kampoeng Pamelo untuk membangkitkan kembali semangat petani jeruk pamelo.


"Dengan festival ini diharapkan petani bergairah lagi menanam pamelo sehingga hasil petani pamelo akan terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga akan mengalami kejayaan," ucapnya penuh harap.(st)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »