Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

LINTAS DAERAH

NASIONAL

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Tanggapi Statement Ketua DPRD Soal Kasus Perceraian, Kepala Kankemenag Pacitan: Kalau Bicara Perceraian Ayolah Secara Kolektif

by : On Mei 15, 2019

Nurul Huda Kankemenag Kab. Pacitan
Pacitan, Pewarta - Tanggapi Statement  Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan Ronny Wahyono pada Pewartamadiun.net pada Hari Senin (13/5), atas maraknya Perceraian, agar Pengadilan Agama, Kemenag  (melalui lembaga pendidikan) Lembaga Vertikal yang lain, dapat memberikan Sosialisai Iman dan Taqwa kepada Pasangan yang baru menikah serta pasangan pernikahan dini.

Menanggapi hal demikian Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Pacitan Nurul Huda mengatakan, bahwa pihaknya lebih jauh sudah menjalankan apa yang disampaikan Ketua DPRD Tersebut.

"Kami ini lebih jauh, jadi kami baik di madrasah sudah menyampaikan pesan-pesan moral seperti itu, kemudian yang berikutnya ketika pengajian-pengajian juga sudah menyampaikan"katanya. Kamis. (16/5).

Lebih lanjut Nurul Huda  menilai meski Kabupaten Pacitan  terlihat Adem Ayem Tentrem, ia menyampaikan Pacitan lebih tinggi Kasus Perceraian yang terjadi dari pada Kabupaten Madiun. 

"kita juga kemarin mempunyai Pogram Binwin (Bimbingan Perkawinan), meskipun Pacitan ini kelihatannya adem ayem Tentrem namun perceraian yang ada ini termasuk lebih tinggi dari pada Kabupaten Madiun."ungkapnya

Salain itu Nurul Huda mengajak dalam menyelesaikannya agar secara Kolektif, Artinya seluruh lembaga ikut berperan melihat situasi dan kondisi pacitan saat ini.

"Kalau kita ini berbicara perceraian ayolah secara kolektif, maksudnya adalah kebaikan itu tidak boleh disangga satu orang atau satu lembaga, tapi harus dibuat secara kolektif situasi dan kondisi seperti ini satu pacitan tidak bisa di sangga satu lembaga, ayok bareng-bareng, kami yang di kementerian Agama siap 24 Jam siap untuk memberikan pencerahan dan lain sebagainya"tegasnya.

Tak hanya itu dia juga menilai paling menonjol akibat banyaknya perceraian Wilayah Kabupaten Pacitan. Tidak lain adalah adanya Home Stay yang menurutnya tempat melakukan  hubungan suami istri diluar nikah.

"Yang mengerikan itu, banyaknya sebuah perceraian itu karena mohon maaf bukan berarti saya tidak sepakat adanya Home Stay, itu paling yang paling menonjol."tambah Nurul Huda.

Lanjut Huda menyampaikan "Bukan berarti membuat home stay itu tidak baik tapi bagaimana aturan yang disitu, siapa yang tidur disitu, aturannya jelas, lha ini saya mendapatkan informasi-informasi yang banyak yang masuk kepada kita sudah luar biasa."pungkasnya.(rjh)

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »