Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Penasehat : Wilson Lalengke, S.Pd.,M.Sc., MA

Dirut : Iswahyudi

Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH, Nasiri, SH., MH, Ady Prayitno SH. M,kn.Musliadi SH.MH., Kiki Mintoroso SH.MH.

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH, Ahmad Zahni
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ika Agustina
Tim Liputan :

Magetan : Ika, Satria Madiun : Ika Saris P Maryono, BormantoPonorogo : Nano Sujarno, Pacitan: Septian Dwi Cahyo, Rojihan, Ngawi : Ika Bormanto, Heritno S, Kediri raya : Ichwan Effendi, Sragen : Yanto, Agung, Gun, Rois. Klaten : Bowo Hariyanto, Suhendar, Nanang. Boyolali : Hartono, Sriyono, Agung. Demak : Abdul Rokhim, Suryantono. Grobogan : Adi Prayitno SH. Mkn., Wiwin. Semarang : Alimun. Kendal : Suroto Anto S. Jogyakarta : Kiki Mintoroso SH. MH. Kalteng : Elby Saputra , Tri Widodo. Padang Lawas : Bonardon Nasution. Rokan Hulu : Eko Sahputra. Surabaya/ Bangkalan : Eko Subroto, Jabodetabek : Saefudin Nasional :PPWI Media Group








Prihatin, Nenek Wagiem Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pemerintah

by : On Mei 21, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Pacitan, Pewarta - Nasib Wagiem  seorang nenek berumur 70 Tahun bertempat tinggal di Dusun Weru, Rt 003.Rw 10, Desa Sambong, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. tinggal sebatangkara dengan anak dan cucunya dipegunungan yang belum pernah kesentuh Program dari Pemerintah Daerah dalam ini Dinas Sosial .

Kondisi Nenek berusia 70 tahun itu saat ini sangat memprihatinkan pasalnya tak bisa banyak beraktivitas dikerenakan sedang sakit, dengan makan seadanya dari hasil bertani  Katwanto putra Nenek Wagiem (40tahun).

"Kalau makan ya hanya seadanya mas."ungkap Katwanto.

Mereka hidup bertiga bersama cucunya yang masih kecil   dirumah itu lantaran sang istri dari Katwanto belum ada satu minggu lalu meninggal dunia akibat menderita sakit paru.

"Istri saya sudah meninggal mas baru 4 hari yang lalu"katanya. Senin.(20/5).

Dengan pekerjaan yang tak menetap katwanto  berprofesi seorang petani sekaligus menjadi tulang punggung keluarga hanya mengandalkan hasil bercocok tanam demi untuk mencukupi kebutuhan serta merapat sang nenek.

Selain itu Katwanto membeberkan bahwa selama ini pihaknya belum pernah mendapatkan bantuan  apapun dari Pemerintah setempat maupun daerah Kabupaten Pacitan, berupa BPJS, Kartu Indonesia Sehat (KIS) bantuan Pogram Keluarga Harapan (PKH) dan yang lainnya.

"Semua bantuan belum pernah mendapatkan pak, meski selain sini  banyak yang sudah dapat bantuan uang, dan bantuan yang lain tapi sini ndak ada, BPJS tidak ada, hanya belum lama ini baru mendapatkan rastra"terangnya.

Tak hanya itu kondisi jalan desa, menuju rumah Nenek Wagiem dari Kantor Desa Sambong kurang lebih 2 KM banyak yang rusak serta memprihatinkan, dan juga kurang lebih 700 meter menuju rumahnya hanya dapat ditempuh dengan speda motor.

"Melihat kondisi jalan rusak kalau sakit apa gtu tidak boleh terburu-buru karena jalannya seperti itu"pungkasnya.

Sementara saat dikonfismasi pewartamadiun.net tentang program baru dari pemerintah terkait KIS, PKH, BPJS yang  tidak didapatkan nenek berusia 70 tahun di atas, Kepala Desa Sambong Agus Rianto mengatakan "Seperti KIS itukan munculnya dari pusat artinya apa? PKH ada pendampingan dari dinas sosial, dari pihak desa ndak bisa."Ungkapnya.

Lanjut Agus Kepala Desa Sambong saat ditannya soal pengusulan pogram BPJS mbah wagiem pihaknya mengatakan " Kalau itu belum ada"jawab.

Hingga sampai saat ini pihak Dinas Sosial belum bisa ditemui untuk dimintai keterangan terkait Mbah Wagiem tersebut hingga berita ini rilis.(rjh)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »