Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

LINTAS DAERAH

NASIONAL

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Larung Tumpeng Gono Bahu, Wujud Syukur Masyarakat Atas Berkah Telaga Sarangan

by : On Mei 05, 2019


Magetan,  Pewarta - Tradisi Ritual Larung Sesaji di Telaga Sarangan Magetan sudah menjadi adat turun menurun . Telaga Sarangan juga merupakan peninggalan alam yang masih sakral hingga saat ini.Labuhan Sarangan atau Larung Tumpeng ini adalah upacara tradisi masyarakat untuk mengucapkan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa.

Telaga Sarangan merupakan objek wisata berupa telaga yang dikelilingi oleh pasar wisata sarangan dan menjadi ikon pemerintahan kabupaten magetan. Telaga sarangan yang terletak dilereng gunung lawu. di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Ritual labuhan atau ritual larung sesaji telaga sarangan ini dilaksanakan setiap bulan sya’ban tepatnya hari jum’at pon sampai minggu kliwon.

Prosesi upacara sakral atau selamatan dari warga sarangan itu sendiri dilakukan pada hari jum’at pon, sedangkan  sabtu sampai minggu kliwon ritual ini diadakan oleh Pemda Magetan melalui dinas Pariwisata dan disaksikan oleh seluruh warga.

Diawali dengan kirab Tumpeng Gono Bahu setinggi 2 meter diarak dari Kelurahan Sarangan menuju panggung di pinggir Telaga lalu Tumpeng Gono Bahu.diarak mengelilingi telaga sarangan.
Setelah semua sesaji diterima oleh sesepuh desa, maka sesepuh desa menyerahkan pada Bupati Magetan, Setelah itu sesaji dibawa ke telaga untuk dilarungkan.(mar)

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »