Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

LINTAS DAERAH

NASIONAL

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Indri Ananta, SH.MH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ipung A
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Nanda Bagoes
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Fenomena Hujan Meteor Gemparkan Warganet Madiun

by : On Mei 06, 2019

Foto unggahan akun Lang Galang di laman facebook Wong Tulungagung 
Madiun, Pewarta  – Awal bulan ramadhan tahun ini terasa spesial. Fenomena menakjubkan berupa hujan meteor Eta Aquarids tersaji di langit. Peristiwa ini mengalami puncaknya pada 6 Mei-7 Mei 2019.
Menariknya, waktu terbaik untuk melihat hujan meteor tersebut adalah saat santap sahur yakni antara pukul 03.00 WIB sampai 04.00 WIB.

Pantauan infomadiunraya.com, Eta Aquarids sudah mulai dilihat oleh sejumlah warganet di Jawa Timur termasuk Madiun. Hal ini terpantau dari sejumlah postingan netizen di laman media sosial Info Lantas dan Kriminal (ILK) Caruban tentang adanya benda langit yang melintas dan terlihat pada Minggu (5/5/2019) malam.

Postingan pertama di grup facebook yang beranggotakan ribuan netizen tersebut diunggah warganet dengan nama akun Aulia Ahmad Affaisal pada Minggu (5/5/2019) pukul 20.12 WIB di laman facebook ILK Caruban.

"Takon, Enek seng Weruh Meteor / Kommet Ceblok lagek mau ? Sekitar jam 19.45 tadi.. Soale aku yo ruh.. opo bener meteor / kommet atau santet yoo lurr..." bunyi postingan Aulia Ahmad Affaisal.

Unggahan tersebut mendapat reaksi beragam dari warganet. Banyak yang berkomentar mengaku melihat kejadian tersebut. Diantaranya :

"Iyo mas aku reti... Kaligunting lokasi ku," ujar akun Chairul Anwar.

"Liat Dari arah timur-Utara, ya tadi saat sholat tarawih,"

"Saya mesti ngliat di awal terawih bulan ramadhan sehabis salat terawih jatuh kebawah langsung ilang cahayanya berwarna putih.mau video in. Terlalu cepat kejadianya," komentar Della Desti.

Dilansir dari berbagai sumber, hujan meteor Eta Aquarids terjadi sejak tanggal 1 Mei 2019 lalu dengan Intensitas sekitar 60 meteor setiap jam. Fenomena ini dapat dilihat di belahan bumi selatan dan 30 meteor untuk bumi utara. Nama Eta Aquarids sendiri disematkan lantaran meteor-meteor itu seolah-olah terpancar dari arah rasi Aquarius. 

Hujan meteor ini bisa disaksikan oleh seluruh penduduk bumi. Untuk mendapatkan pengamatan terbaik disarankan agar mengarahkan pandangan ke timur – timur laut dan bisa dilihat tanpa peralatan apapun.

Pandangan terbaik didapatkan jika kondisi langit sedang bersih dan bebas dari polusi cahaya termasuk cahaya lampu. Para ahli berpendapat jika hujan meteror Eta Aquarids adalah hujan meteor terbaik yang bisa diamati sepanjang tahun ini. (ant/red)

SPACE AVAILABLE
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »