Diberdayakan oleh Blogger.

AIR MINUM KEMASAN

Redaksi

PT. SMS
SAMUDRA MUTIARA SATRIA

AHU-0171968. AH. 01.11.2018

Dirut : Iswahyudi
Penasehat Hukum : Letkol CPM (Purn) Iwayan Sudama, S.H. MH, Stevanus Eka K, SH

Pimpred : Iswahyudi ( Satria)
Dewan Redaksi : Stevanus Eka Kristiawan, SH
Redaktur : Bormanto
Desain Layout : Dedy S
Bendahara : Yudha Pratama
Marketing : Ajeng, Agustina
Tim Liputan :
Pacitan : Rojihan, Septian Dwi C
Ponorogo : Nano Sujarno
Madiun : Saris Diding P, Bormanto, Maryono
Ngawi : Bormanto, Heritno Satriadi
Magetan : Umar S
Sby/ Bangkalan : Eko S
Sampang : Agus Winarno

Nasional PPWI media group, PPWI Media Network
Media Patner : infomadiunraya.com, teropongnusa.com, lintasatjeh,com pewarta-indonesia.com, indonesiamediacenter.com, kabarsbi.com, kabarxxxi.com




Disayangkan Kendaraan Dinas Digunakan Kepentingan Pribadi.

by : On Mei 20, 2019

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI

Badrul Amali S.H, M.H
Pacitan, Pewarta - Perebutan ķursi Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) mendekati tahap akhir kususnya pada Calon Anggota KPU Pacitan Periode 2019-2023, yang tinggal 23 nama tersisa dari 40 pendaftar.

Namun dari sejumlah 23 peserta tersebut tak luput dari perhatian masyarakat. Pasalnya ada salah satu peserta seleksi berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) diduga Mengunakan Fasilitas Negara yang seharusnya di pakai untuk kegiatan dinas, disaat sejumlah kandidat bersaing menunjukan integritas. (19/5/19).
  
Dengan hal demikian  Badrul Amali Ketua Generasi Bela Masyarakat Indonesia (GBMI), menyoroti dugaan tersebut Menurutnya, hal itu mencederai proses seleksi yang telah berlangsung. 

“Saya kira tidak elok jika ASN menggunakan fasilitas daerah bukan untuk kepentingan tugas dan fungsinya sebagai abdi negara. Terlebih seleksi KPU ini kan untuk kepentingan pribadi yang tidak berkaitan langsung dengan urusan pemerintah,” tutur Badrul Amali, S.H,M.H pada awak media.

Dugaan pemanfaatan kendaraan dinas Pemkab Pacitan tersebut, bukanlah kabar burung semata. Beberapa saksi menyebutkan bahwa mobil dinas dengan plat merah dua digit tersebut, berjenis Toyota Innova warna hitam.

 Kendaraan tersebut ditemukan terparkir di halaman kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional 2 Surabaya, saat berlangsungnya tes komputer (CAT) bagi calon komisioner KPU.

“Saat pulang, saya tahu beliau (pejabat pemilik mobil, Red) duduk di samping sopir. Dan ada beberapa calon peserta tes lainnya yang ada di dalam mobil tersebut,” terang salah seorang saksi yang juga peserta tes.

Saksi yang mewanti-wanti untuk tidak ditulis namanya itu menegaskan, bahwa kendaraan plat merah itu adalah milik pemerintah kabupaten (Pemkab) Pacitan. Sebab, kode nomor polisi tersebut tertulis AE ** XP. “Setahu saya bahkan ada yang memfoto. Yang memfoto juga peserta tes lainnya. Tetapi sepertinya sudah ada komunikasi diantara si pemfoto dan pemilik mobil,” curiganya.

Tidak hanya itu menurut Pengurus Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Bidang Pembelaan Profesi Madiun itupun meminta pemangku kebijakan bersikap. Sikap oknum ASN itu bisa menimbulkan persepsi buruk di tengah masyarakat. 

“Kami berharap ada teguran nyata dari Bapak Bupati karena perilaku oknum PNS itu tidak laik untuk ditiru. Harapannya agar kejadian serupa tidak terulang dikemudian hari,” tandasnya.

Sementara itu saat mau dikonfirmasi awak media pihaknya pada Senin (20/5/19) belum bisa ditemui untuk dikonfirmasi  terkait dugaan tersebut.(rjh/tim)

SPACE AVAILABLE / RUANG IKLAN TERSEDIA, SILAKAN HUBUNGI REDAKSI
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »